facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketum PBNU Gus Yahya Sarankan PPP Dekati Konstituen Milenial dan Tawarkan Masa Depan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 27 Maret 2022 | 19:01 WIB

Ketum PBNU Gus Yahya Sarankan PPP Dekati Konstituen Milenial dan Tawarkan Masa Depan
Ketua Umum PBNU KH Yahya Chalil Staquf (kanan) bersama Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa (kiri) saat menghadiri Haul Ke-5 KH Hasyim Muzadi dan puncak Hari Lahir Ke-49 PPP, di Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, Minggu (27/3/2022). [ANTARA/HO-Humas PPP]

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menghadiri peringatan puncak Hari Lahir ke-49 PPP di Malang, Jawa Timur, Minggu (27/3/2022).

SuaraMalang.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berharap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mampu bangkit dan mempersatukan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menghadiri peringatan puncak Hari Lahir ke-49 PPP di Malang, Jawa Timur, Minggu (27/3/2022).

"Saya berharap PPP ini sungguh-sungguh bisa bangkit menjadi partai yang mempersatukan masyarakat untuk membangun peradaban masa depan," kata dia mengutip dari Antara, Minggu.

Gus Yahya juga sangat berharap partai berlogo Ka'bah tersebut bisa menjadi senyawa dan energi bangsa Indonesia untuk membangun peradaban masa depan yang damai bagi seluruh umat manusia.

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Sebut Alasan Penundaan Pemilu 2024 Harus Logis

Ia menambahkan, PPP harus bisa menawarkan masa depan kepada generasi milenial untuk mendapatkan konstituen, sebab tidak mungkin jika hanya menawarkan sejarah dan masa lalu partai.

"Mereka (generasi milenial) tidak punya hubungan sama sekali dengan masa lalu. Jadi yang masuk akal, yang rasional dan strategis, adalah dengan menawarkan masa depan," katanya.

Ia menambahkan, untuk membangun peradaban masa depan tersebut, juga dibutuhkan sosok pimpinan yang memiliki dua karakter utama. Dua karakter utama seorang pemimpin untuk membangun masa depan Indonesia itu adalah luwes dan ulet.

"Saya yakin PPP mampu, punya potensi untuk itu, karena ketua umumnya Pak Suharso. Beliau luwes dan ulet," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan milik masyarakat Indonesia dan tidak hanya milik satu partai tertentu. PBNU mendukung penuh PPP untuk membangun masa depan Indonesia yang mempersatukan bangsa.

Baca Juga: Pemerintah Afghanistan Larang Perempuan Sekolah, Ketum PBNU Gus Yahya Bereaksi

"Kalau tadi dikatakan bahwa NU ini milik semua orang, itu adalah realita. Memang milik semua orang. Dan NU ingin mengajak semua orang, untuk bersatu bersama-sama membangun masa depan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait