Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan

BKAD Kota Malang menargetkan sertifikasi 3.979 bidang tanah milik pemerintah daerah

Wakos Reza Gautama
Rabu, 24 Juni 2026 | 08:23 WIB
Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan
Kepala BKAD Kota Malang Subkhan menyebut, keseluruhan aset daerah berjumlah sebanyak 8.264 bidang tanah, terdiri atas 4.285 bidang tanah telah mengantongi sertifikat dan 3.979 bidang tanah belum memiliki sertifikat. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • BKAD Kota Malang menargetkan sertifikasi 3.979 bidang tanah milik pemerintah daerah dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
  • Sertifikasi bertujuan mengamankan aset dari sengketa hukum serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Malang.
  • Sepanjang tahun 2026, pemanfaatan aset melalui sewa dan retribusi telah berhasil menyetorkan dana sebesar Rp11,4 miliar ke kas daerah.

SuaraMalang.id - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang kini tengah menata seluruh aset daerah menjadi bersertifikat resmi dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Kepala BKAD Kota Malang, Subkhan, mengungkapkan bahwa dari total 8.264 bidang tanah yang tercatat sebagai milik pemda, baru sekitar 53 persen atau 4.285 bidang yang sudah mengantongi sertifikat hingga Juni 2026.

Sisanya, sebanyak 3.979 bidang tanah, masih masuk dalam daftar tunggu yang harus segera diamankan legalitasnya.

"Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun ke depan semuanya sudah rampung, tapi semoga bisa lebih cepat," ujar Subkhan, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga:Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu

Langkah sertifikasi masif ini bukan sekadar urusan administrasi di atas meja. Bagi BKAD, sertifikat adalah benteng pertahanan hukum.

Dengan adanya dokumen resmi, risiko lahan diserobot atau munculnya sengketa berkepanjangan bisa ditekan seminimal mungkin.

Namun, manfaatnya tak berhenti di situ. Tanah yang sudah bersih secara hukum ternyata mampu bertransformasi menjadi mesin pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui mekanisme kerja sama pemanfaatan dan sewa, aset-aset ini menyumbang angka yang tidak sedikit bagi kantong daerah.

Sepanjang tahun 2026 saja, pemanfaatan aset melalui retribusi izin pemakaian tempat (IPT) dan sewa lahan telah menyetorkan dana sebesar Rp11,4 miliar ke kas daerah.

Baca Juga:Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang

Angka ini menjadi suplemen penting di tengah target PAD Kota Malang yang dipatok menyentuh Rp872,9 miliar pada tahun yang sama.

Tentu, menertibkan lebih dari delapan ribu bidang tanah bukan perkara membalikkan telapak tangan. Setiap jengkal tanah yang masuk dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) A harus diteliti riwayat dan keabsahan berkasnya.

Proses verifikasi ini melibatkan kerja sama lintas instansi, mulai dari internal Pemkot Malang hingga Kantor Pertanahan setempat.

Subkhan mengakui tantangan di lapangan cukup dinamis, namun kolaborasi yang solid menjadi kunci utamanya.

"Selama ini kolaborasi kami berjalan dengan bagus. Kalau tidak baik, tidak mungkin sampai sebanyak ini aset yang tersertifikasi," tegasnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini