Ini Penyebab Krisis Minyak Goreng di Jember Versi Polisi

Polres Jember menggelar sidak ke pasar Tradisional dan distributor minyak yang ada di kawasan perkotaan.

Muhammad Taufiq
Sabtu, 26 Maret 2022 | 10:32 WIB
Ini Penyebab Krisis Minyak Goreng di Jember Versi Polisi
Ilustrasi minyak goreng. [Istimewa]

Masih menurut pemilik toko Ali Iskandar ini, dalam kondisi normal sebelumnya minyak itu langka sehari mampu menghabiskan/ menjual 5 drum (900 kg setiap harinya), akan tetapi sekarang masih banyak kekurangan karena dalam seminggu dikirim 2 kali.

"Jadi pengiriman masih belum lancar dan belum normal seperti sebelumnya sehari jual 900 kg dalam sepekan 5.5 ton tapi sekarang masih belum normal dan masih kurang, terakhir hanya dapat kiriman 2 kali seminggu," ujar Achmad Safi'i Iskandar.

Dikomfirmasi terpisah, staf Dinas Perdagangan unit pasar Tanjung Jember Muhammad Ivan Fauzi Zakaria mengatakan, Distribusi ke pedagang toko masih minim atau kurang, tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Sudah dalam seminggu di pasar Tanjung tidak ada pengiriman sama sekali," kata Ivan.

Baca Juga:Pasar Murah Minyak Goreng di Tabanan, Salurkan 3 Ton Minyak Murah Kepada Warga

Menurut Ivan, semula rata-rata setiap toko bisa menghabiskan 300 kg sehari.

"Sedangkan untuk minyak non subsidi (kemasan) stok melimpah namun harga sudah dua puluh lima ribu hingga dua puluh enam ribu per liternya," katanya menegaskan.

Kontributor : Adi Permana

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini