Mereka pun saat dilakukan penggerebakan ditangkap di sebuah pemondokan, indekos harian, dan guest house.
"Mereka memilih di sana ya karena dirasa belum ada penggerebekan. Mereka merasa nyaman-nyaman. Gak ada pantauan dari aparat akhirnya dipilih," tutur dia.
Rahmat melanjutkan, berdasarkan BAP, wanita-wanita itu mengaku umurnya masih ada yang dibawah umur, yakni berumur 15, 16 sampai 17 tahun.
Bagi wanita di bawah umur tersebut Rahmat hanya melakukan pembinaan, dan pemanggilan orang tua.
"Dan kalau yang sudah dewasa kami lakukan sanksi tipiring sesuai Perda yang berlaku," tutur dia.
Sementara itu, alasan para wanita itu melakukan 'open BO' itu ialah faktor ekonomi. Latar belakang wanita-wanita itu kebanyakan janda, dan juga pengangguran. Mereka pun berasal dari luar Kota Malang.
"Ada juga yang putus sekolah kebanyakan karena faktor ekonomi dan sosial. Mereka banyak dari luar kota ya, ada yang Madura, Tulungagubg dan dari Jawa Tengah juga ada," tutur dia.
Sementara berdasarkan BAP, para wanita yang terjaring operasi tersebut melakukan 'Open BO' itu tidak dengan mucikari.
"Mereka kebanyakan sendiri-sendiri dan juga ada grupnya begitu tapi sementara ini tidak ada (mucikari)," tutur dia.
Operasi untuk memberantas prostitusi online ini pun kini digencarkan Rahmat. Dia pun mengaku sudah memantau applikasi MiChat.