facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sebelum Jadi Korban Tabrak Lari, Saksi Kunci Suap Liga 3 Jatim Merasa Dibuntuti Orang

Muhammad Taufiq Jum'at, 26 November 2021 | 17:52 WIB

Sebelum Jadi Korban Tabrak Lari, Saksi Kunci Suap Liga 3 Jatim Merasa Dibuntuti Orang
Zha Eka Wulandari, saksi kunci kasus suap pertandingan Liga 3 Jawa Timur ( Jatim ) jadi korban tabrak lari [SuaraMalang/Bob Bimantara]

Zha Eka Wulandari, saksi kunci kasus suap pertandingan Liga 3 Jawa Timur ( Jatim ) menjadi korban tabrak lari, Kamis (25/11/2021).

SuaraMalang.id - Zha Eka Wulandari, saksi kunci kasus suap pertandingan Liga 3 Jawa Timur ( Jatim ) menjadi korban tabrak lari, Kamis (25/11/2021). Terbaru, ia membeberkan kejanggalan kasus tabrak lari tersebut.

Sebelum peistiwa nahas yang menimpanya itu, Zha mengaku merasa dibuntuti orang seseorang. Tepatnya pada Senin (22/11/2021), Zha menceritakan ada beberapa pengendara mengitari rumahnya di Dusun Klandangan Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Bahkan menurut Zha, adiknya sempat risau tentang orang yang mondar-mandir itu. Sebab, adiknya menduga mondar-mandirnya orang tersebut buntut Zha telah melaporkan terjadinya pengaturan skor ke Komdis PSSI Jawa Timur.

"Jam 23.30 an ada orang begitu yang mondar-mandir depan rumah saya. Yang tahu adek saya," kata dia ke wartawan di kediamannya, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Kemensos RI Dampingi Siswi SD Korban Rudapaksa dan Penganiayaan di Kota Malang

"Saya pun pikir itu paling yo Shopeefood mondar-mandir yo gak papa," ujarnya menambahkan.

Zha pun melaporkan dugaan match fixing itu terjadi saat pertandingan di grup B liga 3 Jatim melawan NZR Sumbersari FC dan Persema Malang.

Gestra Paranane FA diminta mengalah di dua pertandingan itu. Akhirnya pun memang Gestra Paranane FA kalah 1-5 melawan Persema dan 0-1 melawan NZR Sumbersari FC.

Waktu itu, salah satu oknum menawarkan Gestra FA uang hingga Rp 70 juta sampai Rp 100 juta untuk mengalah di setiap pertandingan melawan dua klub asal Malang itu.

"Dan saya menolak. Ada bukti telponnya juga. Tapi ada dua pemain yang kami pecat dan satu kitman karena ketahuan bertemu dengan oknum itu sebelum pertandingan melawan Persema," ujarnya.

Baca Juga: Kemensos Dampingi Korban Kekerasan Seksual saat Bersaksi kepada Polisi

Dia pun mengatakan, dia melaporkan kasus ini karena tidak ingin kejadian serupa terulang di liga Indonesia lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait