alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Komnas PA: Ada Tersangka Lain Kasus Kejahatan di SMA SPI Kota Batu

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 09 September 2021 | 19:50 WIB

Komnas PA: Ada Tersangka Lain Kasus Kejahatan di SMA SPI Kota Batu
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka usai melaporkan pemilik SMA SPI Kota Batu kasus dugaan kekerasan seksual di Polda Jatim, Sabtu (29/5/2021). [Suara.com/Achmad Ali]

Komnas PA terus mengawal proses hukum kasus dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu,

SuaraMalang.id - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terus mengawal proses hukum kasus dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur. Diyakini akan ada penambahan tersangka lain menyusul pendiri SMA SPI berinisial JE.

Seperti diberitakan, terungkap kejahatan luar biasa dialami sejumlah siswa SMA SPI. Komnas PA menyatakan berdasar penuturan para korban, mereka ada yang mengalami kekerasan fisik hingga eksploitasi ekonomi.

Polda Jawa Timur telah menetapkan JE sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan anak yang ada di sekolah tersebut.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan, ada kemungkinan penambahan empat orang tersangka dalam kasus dugaan eksploitasi ekonomi dan kekerasan fisik yang terjadi di Sekolah SPI.

Baca Juga: Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

"Iya (kemungkinan ada tersangka lain), empat rencananya. Lima orang termasuk JE, namun dengan pelanggaran hukum yang berbeda," kata Arist mengutip dari Antara, Kamis (9/9/2021).

Dijelaskannya, JE ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan siswa di SMA SPI Kota Batu. Sementara kemungkinan penambahan tersangka adalah terkait dengan kejahataan eksploitasi ekonomi dan kekerasan fisik.

Kekinian, lanjut Arist, empat orang itu masih berstatus saksi dan telah menjalani pemeriksaan di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Mereka merupakan pengelola asrama Sekolah SPI, pengelola salah satu tempat tujuan wisata, dan pengurus yayasan.

"Saya berani mengatakan hal tersebut, karena (mereka) sudah diperiksa. Ada empat orang yang menjadi saksi, mungkin bukan kasus kejahatan seksual, tapi eksploitasi ekonomi dan kekerasan fisik," ujarnya.

Ia menambahkan saat ini para korban kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan JE itu berada di bawah perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Ia mengatakan, ada intimidasi kepada para korban itu.

Baca Juga: Begini Modus Kekerasan Seksual dan Eksploitasi Pelajar di SMA Selamat Pagi Indonesia

"Korban di bawah perlindungan LPSK. Ada delapan orang yang datang ke kampung tempat tinggal pelapor, tidak tahu itu siapa. Tapi itu adalah tekanan, dan intimidasi," ujarnya.

Pada 29 Mei 2021, Komisi Nasional Perlindungan Anak melaporkan temuan dugaan kejahatan luar biasa kepada Kepolisian Daerah Jawa Timur. Kekerasan itu, diduga dilakukan pemilik dan pengelola Sekolah SPI berinisial JE.

Pemilik sekolah itu dituding melakukan kekerasan seksual, fisik, verbal, serta eksploitasi ekonomi terhadap puluhan siswa. Laporan ke pihak berwajib tersebut dilayangkan setelah Komnas PA mendapatkan laporan dari salah satu korban.

 (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait