facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Protes Lapangan Sepak Bola di Malang Mau Digilas Proyek Pembangunan Jalan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 03 September 2021 | 19:30 WIB

Warga Protes Lapangan Sepak Bola di Malang Mau Digilas Proyek Pembangunan Jalan
Kondisi pembangunan jalan di lapangan sepak bola Desa Bendosari di Kabupaten Malang, yang diprotes warga. [Foto : Akun Facebook Tri Widayat]

Protes penolakan pembangunan jalan itu viral di media sosial Facebook yang diunggah akun Tri Widayat.

SuaraMalang.id - Rencana proyek pembangunan jalan di Desa Bendosari, Pujon, Kabupaten Malang ditentang warga setempat. Sebab, proyek infrastruktur itu memakan lapangan sepak bola.

Protes penolakan pembangunan jalan itu viral di media sosial Facebook yang diunggah akun Tri Widayat. Pada keterangan unggahan dijelaskan bahwa masyarakat yang masih menggunakan lapangan tersebut untuk kepentingan anak-anak.

"Di zaman sekarang sulit mengalihkan anak-anak dari game on-line ke permainan outdoor. Lapangan itu salah satu cara mengalihkan ketergantungan anak-anak dari gadget," tulis pemilik akun Facebook Tri Widayat, mengutip dari TIMES Indonesia jaringan Suara.com, Jumat (3/9/2021).

Unggahan tersebut juga disertai sejumlah foto lapangan sepak bola. Tampak pula di lokasi itu telah terpasang spanduk protes, tidak jauh dari alat berat diduga bagian dari proyek pembangunan jalan.

Baca Juga: PPKM Level 3, Kabupaten Malang Belum Putuskan Buka Sekolah Tatap Muka

Sementara warga lainnya yang namanya tidak disebutkan menyatakan bahwa nantinya lapangan tersebut digantikan dengan pembangunan Gedung Olahraga atau GOR.

"Kayaknya lapangan yang ada di dusun sengaja dimatikan. Desa akan membuat GOR di tanah bengkok. Warga keberatan karena masih kebutuhan yang lebih penting," keluhnya.

Dia menyebutkan tanah lapangan itu sebenarnya milik perhutani.

"Inikan sama saja menghamburkan uang milik Negara," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kabupaten Malang Suwignyo mengatakan, nantinya di tempat tersebut akan dibuat jalan tembus maupun jalan alternatif.

Baca Juga: Puluhan Tanaman Ganja Tumbuh Subur di Lumajang, Montir ini Meraup Untung Rp 2 Juta

"Tujuannya untuk mengatasi kemacetan di sepanjang Pujon, Ngantang dan Kasembon. Karena ketika bencana tanah longsor, akses kendaraan selalu terputus dan macet. Diperlukan jalur alternatif," ungkapnya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait