Selamat Ulang Tahun ke-34 Arema Malang

Selama puluhan tahun, klub sepak bola berjuluk Singo Edan ini telah melalui berbagai dinamika dan peristiwa. Sejumlah prestasi juga dicapai dan berikut ini sejarah Arema,

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 11 Agustus 2021 | 20:40 WIB
Selamat Ulang Tahun ke-34 Arema Malang
Logo ulang tahun ke-34 Arema Malang. [Foto: Instagram/@aremafcofficial]

Kendati terseok-seok masalah pendanaan, dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri pada 1987, Arema FC mampu meraih gelar juara Galatama edisi 1992/1993. Saat itu Arema FC dianggap sebagai tim dengan militansi tinggi. “Mereka juara bukan karena uang!,” tegas Ovan Tobing, tokoh pendiri Arema FC yang kala itu menjabat  sebagai manager tim.

Ovan Tobing dianggap sebagai orang yang paling tahu ketika Arema FC berada di masa-masa sulit. “Jaman berbeda, dulu tidak bisa dibandingkan dengan sekarang. Nomor satu ya semangat itu, tidak ada yang lain,” ungkapnya.

 
Singgih Pitono yang menyandang gelar pencetak gol terbanyak Arema FC juga membeberkan kisah selepas juara. Situasi menurutnya tidak berubah, berbeda jika yang juara adalah tim milik perusahaan atau tim miliki pemerintah bisa jadi akan banjir bonus.

Iming-iming rumah pernah didapatkan oleh pemain saat itu, namun bukan diberi rumah secara Cuma-Cuma melainkan rumah dengan cicilan. “Kalau ingat saat itu memang penuh dengan perjuangan, bonus rumah  bukan serta merta kita dapat begitu saja, tapi juga beserta cicilannya,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga:Liga 1 Mundur Lagi, Persiapan Arema FC Tetap Jalan

Warna-warni Arema FC terus berlanjut. Gelar kompetisi reguler yang dibangga-banggakan hingga saat ini berhasil diraih ketika mereka menjadi juara Indonesia Super League 2009-2010. Aremania tumpah ruah ke jalan-jalan di Malang merayakan pesta juara.  Kibaran bendera hingga blayer knalpot Aremania tak habis dalam kurun waktu seminggu saat itu.

Selepas juara di musim sebelumnya masalah demi masalah muncul ke permukaan. Tunggakan gaji pemain hingga pemain mengancam hengkang mewarnai pemberitaan Arema FC saat itu hingga akhirnya di musim ISL 2011-2012 mereka harus tampil dengan skuat seadanya hingga terjebak di urutan ke 12 pada akhir musim kompetisi setelah sempat was-was degradasi.

Kisah pahit dan manis tim Arema FC bisa saja terjadi kapan saja. Namun saat ini Arema FC harus bernafas lega setelah masuknya sosok berpengaruh Gilang Widya Pramana yang menjabat sebagai Presiden Klub bisa jadi adalah kado indah 34 tahun Arema FC. Mess baru yang mewah  dan bus pemain adalah realisasi nyata yang sudah diwujudkan oleh sang Juragan 99.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini