Tiga Anak di Malang Isolasi Mandiri Sebatang Kara Didampingi Psikolog

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya telah meminta psikolog melakukan pendampingan, khususnya untuk trauma healing.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 21 Juli 2021 | 12:42 WIB
Tiga Anak di Malang Isolasi Mandiri Sebatang Kara Didampingi Psikolog
 Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan bantuan paket sembako ke tiga anak isoman tanpa orang tua di Perumahan Puskopad RT 05 RW 03, Rabu (21/7/2021) [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

SuaraMalang.id - Kondisi tiga anak yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di perumahan Puskopad, Kelurahan Buring, Kota Malang berangsur sembuh dari Covid-19. Meski demikian, mereka terus mendapatkan pendamingan, terutama psikologis.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya telah meminta psikolog melakukan pendampingan, khususnya untuk trauma healing.


Seperti diketahui, tiga anak berinisial SA, KH dan MA menjalani isolasi mandiri di rumah sebatang kara. Sebab ibunya telah meninggal dunia sementara ayahnya SB masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. Mirisnya, anak sulung, SA adalah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sehari-harinya, anak kedua yang kadang merawat kakaknya tersebut.


Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung ketiga anak isoman, Rabu (21/7/2021). Ia berbincang dengan ketiga anak itu yang sedang berjemur di teras rumah. 

Baca Juga:Poltekkes Kemenkes Malang Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis, Cek Jadwal danCara Daftarnya

"Cita-citanya apa nak?" kata Sutiaji.

Untuk anak kedua KH menjawab dia ingin menjadi fotografer sementara anak sulung ingin menjadi tentara. Sementara anak terakhir, MA ingin menjadi guru.

"Oh kalau jadi tentara nanti kayak pak Dandim," kata dia.

Wali Kota Sutiaji menyatakan pihaknya akan terus mengawal perkembangan ketiga anak tersebut.

"Dan terkait trauma healing ini cuma simbolis. Nanti pendampingannya melalui digital. RT/RW tangguh kami gerakkan, nanti kalau ada kasuistis baru laporan kami," ujarnya.

Baca Juga:Nyaris Seluruh Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Termasuk Malang


Terpisah Bidan Puskesmas Kedungkandang, Endah Purwati, menjelaskan bahwa tiga anak itu memang benar-benar sebatang kara. Saudara-saudara dari bapak ibunya memang tidak tinggal di Kota Malang.


"Karena saudaranya juga jauh ya. Jadi ini bertiga cuma di rumah saja dan ada yang berkebutuhan khusus. Jadi mereka dibawa saudaranya juga gak bisa. Jadi di rumah saja. Bapak nya di rumah sakit dan ibunya sudah meninggal. Dan ini ada trauma healing ya membantu banget," kata dia.


Dia melanjutkan, saat ini hanya anak kedua dari tiga anak itu yang mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia.


"Jadi selama ini anak satu dan ketiga belum tahu kalau ibunya meninggal. Hanya anak kedua saja yang tahu. Sementara ini kami hanya support saja. Biar nanti bapaknya kalau sudah sembuh yang memberi tahu," imbuhnya.


Sementara itu, saat ini kondisi ketiganya sudah membaik. Waktu isoman pun sudah usai dan menunjukan tidak ada gejala terinfeksi Covid-19.


"Ini sudah selesai isoman-nya tanggal 19 Juli kemarin. Saat ini sudah baik semua. Biasanya kalau kita sudah 14 hari tanpa gejala, kami tidak ada swab lagi," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini