SuaraMalang.id - Kondisi tiga anak yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di perumahan Puskopad, Kelurahan Buring, Kota Malang berangsur sembuh dari Covid-19. Meski demikian, mereka terus mendapatkan pendamingan, terutama psikologis.
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya telah meminta psikolog melakukan pendampingan, khususnya untuk trauma healing.
Seperti diketahui, tiga anak berinisial SA, KH dan MA menjalani isolasi mandiri di rumah sebatang kara. Sebab ibunya telah meninggal dunia sementara ayahnya SB masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang. Mirisnya, anak sulung, SA adalah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sehari-harinya, anak kedua yang kadang merawat kakaknya tersebut.
Wali Kota Malang Sutiaji meninjau langsung ketiga anak isoman, Rabu (21/7/2021). Ia berbincang dengan ketiga anak itu yang sedang berjemur di teras rumah.
Baca Juga:Poltekkes Kemenkes Malang Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis, Cek Jadwal danCara Daftarnya
"Cita-citanya apa nak?" kata Sutiaji.
Untuk anak kedua KH menjawab dia ingin menjadi fotografer sementara anak sulung ingin menjadi tentara. Sementara anak terakhir, MA ingin menjadi guru.
"Oh kalau jadi tentara nanti kayak pak Dandim," kata dia.
Wali Kota Sutiaji menyatakan pihaknya akan terus mengawal perkembangan ketiga anak tersebut.
"Dan terkait trauma healing ini cuma simbolis. Nanti pendampingannya melalui digital. RT/RW tangguh kami gerakkan, nanti kalau ada kasuistis baru laporan kami," ujarnya.
Baca Juga:Nyaris Seluruh Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Termasuk Malang
Terpisah Bidan Puskesmas Kedungkandang, Endah Purwati, menjelaskan bahwa tiga anak itu memang benar-benar sebatang kara. Saudara-saudara dari bapak ibunya memang tidak tinggal di Kota Malang.
- 1
- 2