alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nyaris Seluruh Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Termasuk Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 21 Juli 2021 | 11:25 WIB

Nyaris Seluruh Jawa Timur Zona Merah COVID-19, Termasuk Malang
Ilustrasi Covid-19. zona merah Jawa Timur (Unsplash/Adam Niescioruk)

Anggota Satuan Tugas Kuratif COVID-19 Jawa Timur dr. Makhyan Jibril mengatakan, ada penambahan 14 daerah zona merah.

SuaraMalang.id - Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur melaporkan 33 dari 38 kabupaten/kota berstatus zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus corona, termasuk di Malang.

Anggota Satuan Tugas Kuratif COVID-19 Jawa Timur dr. Makhyan Jibril mengatakan, ada penambahan 14 daerah zona merah.

"Pekan ini ada 33 daerah, setelah pekan lalu 19 daerah. Lalu ada lima daerah zona oranye/jingga atau berisiko sedang," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (21/7/2021).

Daerah zona merah di Jatim itu, rinciannya Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Kediri, Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Ngawi, dan Kota Kediri,  Kabupaten Lumajang, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: Usai Hotman Paris Ngamuk-ngamuk, Bareskrim Usut Kartel Kremasi Jenazah Covid-19

Selanjutnya, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bangkalan, Kota Madiun, Kabupaten Jember, Kabupaten Magetan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pacitan, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, dann Kabupaten Bondowoso.

Sedangkan lima daerah zona oranye meliputi Kota Probolinggo, Kabupaten Sumenep, Kota Blitar, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang.

Maka, di Jatim tak ada satu pun daerah berstatus zona kuning atau risiko rendah penularan virus, apalagi zona hijau (tidak berisiko penularan).

Dokter Jibril menjelaskan naiknya angka dan bertambahnya daerah zona merah karena kasus yang meningkat selama sepekan terakhir.

"Penentuan zona dari Satgas Pusat juga karena didasarkan 15 indikator epidemiologi mingguan," ucap dokter muda yang juga juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jatim tersebut.

Baca Juga: Mengkhawatirkan! 33 Kabupaten dan Kota di Jatim Berstatus Zona Merah

Selain itu, kata dia, juga disebabkan faktor peningkatan kapasitas testing (pengujian) maupun pemeriksaan sampel yang naik tiga kali lipat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait