alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Korban dan Keluarga Kasus SMA SPI Mendapat Tekanan, Komnas PA Minta Perlindungan LPSK

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 18 Juni 2021 | 15:51 WIB

Korban dan Keluarga Kasus SMA SPI Mendapat Tekanan, Komnas PA Minta Perlindungan LPSK
Ilustrasi kekerasan seksual. Korban dan Keluarga Kasus SMA SPI Mendapat Tekanan, Komnas PA Minta Perlindungan LPSK. [pixabay/Gerd Altmann]

Komnas PA telah membuat laporan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar para korban dan keluarga korban mendapatkan perlindungan.

SuaraMalang.id - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melaporkan ada tekanan yang diterima korban dan keluarga korban kasus dugaan kekerasan seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Jawa Timur.

Hal itu diungkap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kala mendatangi Polda Jatim, Jumat (18/6/2021). Komnas PA telah membuat laporan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar para korban dan keluarga korban mendapatkan perlindungan.

"Keluarga korban mendapat tekanan karena kasus ini mencuat, kami sudah mengajukan perlindungan ke LPSK," katanya kepada awak media, Jumat (18/6/2021).

Ia melanjutkan, kedatangan ke Mapolda Jatim tujuannya untuk menanyakan perkembangan perkara yang menjerat terduga pelaku berinisial JE, founder atau pendiri SMA SPI.

Baca Juga: Kuasa Hukum SMA SPI Siapkan Bukti-bukti Bantah Tuduhan Kekerasan Seksual dan Eksploitasi

"Perkembangan yang saya terima, penyidik sudah melayangkan surat panggilan pada terlapor (JE). Pekan depan akan dipanggil untuk diperiksa," ujarnya.

Selain menanyakan perkembangan perkara, Arist juga melaporkan ada tempat kejadian perkara (TKP) baru. Laporan tersebut yakni hubungan sekolah dengan peristiwa yang ada di sekolah, di luar sekolah dan keluar negeri.

"Ada tempat (TKP) baru yang tadi kita sampaikan ke penyidik," sambungnya.

Ia menambahkan, kasus kejahatan seksual ini ternyata diduga tidak hanya dilakukan oleh satu orang saja. Bukti yang telah dikantongi Komnas PA, ada empat nama terduga pelaku lain yang sudah disampaikan ke penyidik Polda Jatim.

"Pelaku yang baru ini korban telah meminta perlindungan dan minta tolong tapi pelaku tak berbuat apa apa. Makanya kita serahkan saksi yang mengetahui bukan saksi yang mendengar," ujarnya.

Baca Juga: Komnas PA Beri Informasi Tambahan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual SMA SPI ke Polda Jatim

Kasus ini, lanjut Arist, merupakan kasus Extra Ordinary Crime (kejahatan luar biasa) sehingga harus dikerjakan dengan kehati-hatian.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait