facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

BMKG Imbau Warga Tak Huni Rumah yang Retak Terdampak Gempa Blitar

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 21 Mei 2021 | 22:47 WIB

BMKG Imbau Warga Tak Huni Rumah yang Retak Terdampak Gempa Blitar
Konferensi pers BMKG tentang Gempa Blitar 6,2, Jumat (21/5/2021). [tangkapan layar]

BMKG mencatat intensitas gempa meningkat sepanjang 2021 di Selatan Pulau Jawa, termasuk di Selatan Jawa Timur.

SuaraMalang.id - Pasca gempa Blitar magnitudo 6,2 pada Jumat 21 Mei 2021, BMKG mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menghuni rumah, meski dampaknya hanya retak-retak.

Hal itu diungkap Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam konferensi persnya secara virtual, Jumat. Sebab, menurutnya, masih dimungkinkan terjadi gempa susulan.

"Bangunan yang sudah retak-retak jangan dimasuki dulu, bisa sewaktu-waktu roboh," katanya dikutip Suara.com.

Sementara, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menambahkan, Gempa Blitar magnitudo 6,2, pada Jumat malam, (kemudian diperbarui menjadi meganitudo 5,9 di Selatan Malang kedalaman 110 kilometer), berbeda dengan gempa Malang yang sebelumnya terjadi magnitudo 6,1 pada 10 April 2021 lalu di Selatan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Update BMKG: Gempa Selatan Malang Magnitudo 5,9

"Gempa jenis beda meski kedalaman dan lokasinya hampir berdekatan," katanya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menambahkan, intensitas gempa di Selatan Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur diakuinya semakin meningkat sepanjang 2021 ini. Rata-rata perbulan tercatat ada lebih dari 500 kali gempa per bulan. Sedangkan tahun sebelumnya, berkisar 300 - 400 kali gempa per bulan.

"Hal ini menjadi alarm bagi kita untuk terus meningkatkan mitigasi bencana. Namun jangan panik, artinya kita mulai berbenah menyiapkan bangunan atau rumah kita apakah sudah cukup tahan terhadap gempa," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait