alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Akun Facebook Palsu Catut Petinggi PDIP Kota Malang Diadukan ke Polisi

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 23 Februari 2021 | 22:36 WIB

Akun Facebook Palsu Catut Petinggi PDIP Kota Malang Diadukan ke Polisi
Ilustrasi Akun Facebook Palsu Catut Nama Petinggi PDIP Kota Malang. [Kon Karampelas/Unsplash]

Pengaduan tersebut menyusul adanya korban yang terlanjur transaksi dengan akun Facebook mencatut nama Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

SuaraMalang.id - Akun Facebook palsu mencatut nama Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Riandiana Kartika diadukan ke polisi. Lantaran diketahui telah memakan korban dan merugi Rp 3 juta.

Seperti diberitakan, dunia maya dihebohkan akun Facebook mengatasnamakan I Made Riandiana Kartika, petinggi PDIP Kota Malang sekaligus Ketua DPRD Kota Malang tersebut.

Akun abal-abal itu menawarkan pinjaman online dengan iming-iming tertentu.

Merespon itu, Tim Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) dari pihak DPC PDIP Kota Malang mengadu ke Satreskrim Polresta Malang Kota, Selasa (23/02/2021).

Baca Juga: Dipicu Pandemi, Pengangguran Terbuka di Kota Malang Masih Tinggi

Ketua tim BBHAR, Harvard Kurniawan mengatakan pihaknya tidak ingin memperpanjang masalah tersebut. Namun, lantaran diketahui ada korban dari akun tersebut, pihaknya memutuskan mengadu ke pihak kepolisian.

"Banyak juga yang tanya ke pak Made terkait kebenaran akun itu. Apalagi juga ada satu korban yang sudah terlanjur melakukan transaksi oleh pelaku," kata Harvad, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id media jejaring suara.com, Selasa (23/02/2021).

Harvad melanjutkan, korban yang telah melakukan transaksi dengan pelaku adalah salah satu simpatisan/anggota konstituen PDIP Kota Malang. Korban ini juga telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sukun.

"Korban ini memang simpatisan kami dan sudah terlanjur percaya sampai akhirnya melakukan transaksi," sambung dia.

Pasal sangkaan yang dilaporkan oleh tim BBHAR, yakni pasal 378 KUHP ayat 5 terkait penipuan lewat akun media sosial dan mencatut nama orang lain dan jabatan untuk meraup keuntungan pribadi.

Baca Juga: Viral Pasutri di Malang Punya 15 Anak, Warganet: Gen Halilintar Kalah

"Kami juga masih menunggu hasil kajian dari pihak kepolisian, termasuk kelanjutan proses hukumnya nanti akan kami serahkan ke kepolisian," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait