alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ini Penyebab Tingginya Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 13 Januari 2021 | 20:16 WIB

Ini Penyebab Tingginya Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang
Petugas kesehatan merapikan ruang bersalin khusus pasien COVID-19 di Taman Cinta Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (7/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Prosentase atau rata-rata angka kematian pasien Covid-19 Kota Malang sebesar 6,9 persen.

SuaraMalang.id - Rata-rata angka atau prosentase kematian pasien Covid-19 di Kota Malang tinggi, yakni 6,9 persen. Jumlah tersebut sangat tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 2,9 persen.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni mengatakan, salah satu faktor penyebab tingginya prosentase kematian adalah ruang isolasi dilengkapi ventilator Covid-19 kondisinya penuh. Padahal tak sedikit pasien yang datang ke rumah sakit dalam keadaan kritis.

“Salah satunya ketersediaan ventilator. Ketika ada pasien (kritis) yang butuh ventilator sementara ketersediaan di Kota Malang itu sudah penuh,” ujar Sri Winarni, seperti dikutip dari Beritajatim.com --media jejaring Suara.com, Rabu (13/1/2021).

Pihaknya, lanjut Sri Winarni, tak bisa begitu saja meminta rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 untuk menambah ruang isolasi beserta ventilator. Lantaran, penambahan ventilator harus diikuti dengan kemampuan tenaga medis dalam mengoperasikan alat tersebut. Apalagi jumlah tenaga medis semakin hari jumlah terbatas.

Baca Juga: 7 Kedai Dihadiahi BAP karena Melanggar Jam Malam PPKM Kota Malang

“Ini terkait dengan ketersediaan tempat, juga ketersediaan tenaga medis yang mengoperasionalkan. Tidak semua RS bisa mengoperasionalkan ventilator apabila tidak tersedia (tenaga medis) itu tadi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, ada 7 Rumah Sakit Rujukan yang dilengkapi ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator di wilayahnya. Total berjumlah 34 ruangan, itu pun saat ini sudah penuh dengan pasien.

“Akhirnya, Rumah Sakit rujukan (di Kota Malang), dikoordinasikan dengan Rumah Sakit rujukan yang ada di kota lain yang tersedia,” tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait