facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banyuwangi Kembali Zona Merah Akibat Pilkada? Begini Reaksi Satgas Covid-19

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 23 Desember 2020 | 14:59 WIB

Banyuwangi Kembali Zona Merah Akibat Pilkada? Begini Reaksi Satgas Covid-19
Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji. (suarajatimpost.com)

"Jadi sekali lagi Banyuwangi ini adalah daerah dengan transmisi lokal, sehingga penularan bisa terjadi di mana saja," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji.

SuaraMalang.id - Banyuwangi kembali menyandang zona merah Covid-19. Ada tudingan meningkatnya kasus penularan virus akibat perhelatan Pilkada Banyuwangi, 9 Desember 2020 lalu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mengatakan, masuknya Banyuwangi dalam kategori zona merah belum dipastikan dampak dari Pilkada Banyuwangi.

Dia menilai, tren kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banyuwangi terus meningkat sebelum maupun sesudah Pilkada 9 Desember 2020.

"Kita belum bisa menyimpulkan seperti itu (karena Pilkada), indikasinya tidak kuat. Karena pertambahan angka konfirmasi Covid-19, ini sudah berlangsung sejak sebelum Pilkada," katanya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com -- media jejaring suara.com, Rabu (23/12/2020).

Pria akran disapa Rio ini menerangkan, tren kasus Covid-19 di Banyuwangi meningkat dalam artian penyebaran dan penularan sudah terjadi secara masif dan itu memang konsekuensi dari daerah yang sudah menjadi transmisi lokal di wilayahnya.

"Jadi sekali lagi Banyuwangi ini adalah daerah dengan transmisi lokal, sehingga penularan bisa terjadi di mana saja," imbuh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi ini.

Berbicara soal Pilkada, kata dia, sebelum pelaksanaan pihaknya sudah mengantisipasi dengan baik, bahkan petugas dari KPU maupun Bawaslu sudah dilakukan pemeriksaan kesehatannya terkait dengan Covid-19.

Ada sekitar 38 ribu lebih petugas dari KPU dan Bawaslu yang sudah dilakukan pemeriksaan rapid test. Dari hasil rapid terdapat 46 orang yang positif Covid-19. Dari 46 orang yang positif itu kemudian ditindaklanjuti oleh KPU maupun Bawaslu dengan melakukan pergantian petugas.

"Jadi para petugas yang ada di TPS pada pelaksanaan Pilkada kemarin, itu dipastikan adalah orang-orang yang tidak terpapar Covid-19," jelasnya.

Rio mengakui jika pertambahan konfirmasi positif Covid-19 meningkat di Banyuwangi. Ini karena penyebaran dan penularan sudah terjadi secara masif di seluruh wilayah di Kabupaten Banyuwangi.

Ia menyebut, tingginya angka terkonfirmasi Covid-19 tidak hanya terjadi di Banyuwangi, namun juga terjadi secara global (seluruh dunia) dan secara nasional.

"Beberapa hari terakhir ini bahkan mencatat rekor-rekor terbanyak, baik itu secara global maupun nasional. Di Banyuwangi pun ternyata juga angkanya mirip-mirip dengan yang terjadi secara global maupun nasional," bebernya.

Meski demikian, lanjut Rio, pertambahan konfirmasi Covid-19 masih bisa dikendalikan. Baik dengan upaya yang pihaknya lakukan dan juka partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat.

"Kalau mereka bisa mematuhi protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan), insyaallah pandemi ini bisa kita kendalikan terutama yang terjadi di Banyuwangi," tandasnya.

Untuk diketahui, update Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi per 22 Desember 2020, terdapat 3.806 orang positif Covid-19, sembuh 3.316 orang, meninggal 323 orang.

Komentar

Berita Terkait