- Pelajar dan wali murid SMP Negeri 18 Kota Malang unjuk rasa memprotes penganiayaan siswa.
- Kepala sekolah Amrozi Hamidi resmi dicopot jabatannya oleh Pemkot Malang pada Jumat, 25 September 2026.
- Inspektorat dan Disdikbud Malang menyiapkan sanksi disiplin ASN serta menerjunkan tim psikolog pendamping siswa.
SuaraMalang.id - Halaman SMP Negeri 18 Kota Malang berubah memanas pada Jumat (25/9/2026) pagi. Puluhan pelajar berseragam lengkap bersama para wali murid menggelar unjuk rasa besar-besaran, memprotes arogansi dan aksi kekerasan fisik yang dilakukan oleh kepala sekolah mereka, Amrozi Hamidi (MAH).
Buntut dari aksi kekerasan yang sempat viral di media sosial tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bertindak. Amrozi Hamidi resmi dicopot dari jabatannya hari ini juga.
Kemarahan publik ini tersulut dari peristiwa memilukan yang dialami seorang siswa berinisial W saat sesi sapa pagi di gerbang sekolah, Kamis (24/9/2026).
Hanya gara-gara tidak mengenakan seragam lurik khas daerah yang diwajibkan setiap Kamis, korban langsung diperlakukan bak pesakitan di hadapan rekan-rekannya.
Faktanya, seragam milik siswa tersebut robek dan tengah diperbaiki di tukang jahit. Namun, alih-alih mendengarkan penjelasan dengan bijak, sang kepala sekolah justru meluapkan amarah membabi buta.
"Anak saya ditempeleng tiga kali, dicubit perutnya, sampai dijewer. Padahal baju luriknya tidak dipakai karena sobek dan sedang dijahit," ungkap perwakilan wali murid korban dengan nada geram, Jumat (25/9/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tak cukup dianiaya secara fisik, korban juga dihujani kata-kata kasar bernada intimidatif hingga memicu guncangan mental dan trauma berat.
Meredam gelombang protes yang kian meluas, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Malang, Dandung Djulharjanto, turun langsung meredam ketegangan di sekolah. Di hadapan para guru dan wali murid, Dandung menyampaikan permohonan maaf terbuka atas nama Pemkot Malang.
Dari verifikasi lapangan, Dandung memastikan aksi main tangan ini bukan rumor semata. Sedikitnya dua siswa dipastikan menjadi korban penganiayaan langsung, sementara belasan siswa lainnya mengalami trauma psikis karena menyaksikan kebrutalan pimpinan sekolah mereka di pintu masuk.
Baca Juga: Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
"Hari ini juga, kepala sekolah yang bersangkutan resmi kami berhentikan dari jabatannya. Kami segera memproses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt)," tegas Dandung.
Pemeriksaan disiplin ASN kini tengah disiapkan Inspektorat untuk menuntut sanksi yang jauh lebih berat bagi Amrozi.
Dalam pertemuan tertutup bersama dewan pendidik, terungkap fakta mencengangkan lain. Sikap arogan Amrozi ternyata sudah lama menjadi rahasia umum di internal sekolah.
Sederet pelanggaran aturan dan tindakan intimidasi pernah ia lakukan sebelumnya. Namun, aksi-aksi lancung itu tak pernah mencuat ke Dinas Pendidikan lantaran para guru berada di bawah bayang-bayang ketakutan dan tekanan kekuasaan sang kepsek.
"Tadi saya kumpulkan para guru, dan memang ada rekam jejak pelanggaran sebelumnya. Sangat disayangkan mengapa tidak dilaporkan ke dinas sejak awal. Alasannya seragam: mereka takut," sesal Dandung.
Menyelamatkan mental para siswa yang terpukul, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggandeng Dinas Kesehatan untuk menerjunkan tim psikolog guna mendampingi para korban dan saksi mata.
Berita Terkait
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas