Wakos Reza Gautama
Sabtu, 12 September 2026 | 10:24 WIB
Anggota DPRD Malang Zulham Ahmad Mubarok dirawat di rumah sakit usai kepalanya diseruduk seorang warga di gedung DPRD, Jumat (11/9/2026). [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Warga Sumberpucung berinisial HW menyerang anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, pada Jumat, 11 September 2026 pukul 14.00 WIB di Gedung DPRD.
  • Penyerangan terjadi saat korban berupaya meredakan audiensi tebusan surat aspirasi pembukaan akses Bendungan Lahor yang berubah menjadi kericuhan.
  • Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka fisik dan langsung melaporkan kejadian itu secara resmi kepada pihak kepolisian.

SuaraMalang.id - Suasana di Gedung DPRD Kabupaten Malang mendadak gaduh usai audiensi warga yang berujung pada aksi kekerasan fisik, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Anggota Komisi 4 dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Ahmad Mubarok, harus ke rumah sakit usai diserang saat berupaya meredakan ketegangan.

Insiden bermula ketika seorang warga Sumberpucung berinisial HW alias Pak Dur bersama rekannya mendatangi markas wakil rakyat tersebut. Mereka hendak melayangkan surat aspirasi terkait desakan pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam nonstop.

Awalnya, proses audiensi diterima oleh dua anggota dewan dapil setempat, Taufik Setyowangono (Fraksi Golkar) dan Alaik Mubarok (Fraksi Gerindra).

Namun, alih-alih berlangsung kondusif, forum diskusi justru memanas drastis hingga terjadi adu mulut sengit dan ajakan berduel dari pihak warga.

Melihat tensi yang kian tak terkendali, Ketua DPRD mengutus Zulham Mubarok untuk turun tangan menjadi penengah. Nahas, diplomasi damai yang ditawarkannya disambut beringas.

"Niat saya hanya melerai dan mengajak musyawarah baik-baik secara berkepala dingin di dalam ruangan. Tapi respons yang saya terima malah umpatan kotor dan serangan fisik. Saya sama sekali tidak membalas, tapi kepala saya disundul beberapa kali secara agresif," ungkap Zulham dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Tak hanya dihantam dengan sundulan kepala bertubi-tubi, Zulham juga sempat dilempar botol air mineral di tengah kegaduhan tersebut.

Akibat benturan keras itu, politisi banteng moncong putih ini mengalami luka sobek di bibir serta benjolan memar di sisi samping dan belakang kepalanya.

Baca Juga: Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif

Pascakejadian, Zulham langsung menyambangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi dan menjalani visum di RSUD Kanjuruhan.

Kondisi fisiknya yang drop, disertai keluhan pusing berat dan gejala mirip vertigo, membuat tim medis memutuskan untuk melakukan rawat inap serta tindakan CT scan.

Kini, kasus dugaan penganiayaan wakil rakyat ini telah resmi bergulir ke ranah hukum. Penyidik kepolisian dilaporkan telah memeriksa korban dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal.

"Saya menempuh jalur hukum bukan sekadar membela diri pribadi, tapi untuk menegakkan keadilan dan menjaga marwah serta martabat institusi dewan," tegas Zulham.

Load More