- Bocah delapan tahun tewas ditabrak pikap di Kabupaten Malang akibat sopir mengalami microsleep pada Rabu siang.
- Pengemudi pikap asal Semarang kehilangan konsentrasi sehingga kendaraan keluar jalur dan menabrak pejalan kaki tersebut.
- Polisi resmi menetapkan pengemudi pikap sebagai tersangka dengan ancaman hukuman pidana hingga enam tahun penjara.
SuaraMalang.id - ADZ, bocah berusia delapan tahun, tewas ditabrak mobil Mitsubishi L300, di Jalan Raya Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Rabu siang (12/8/2026). Penyebabnya bukan rem blong atau jalanan licin, melainkan microsleep.
Sekitar pukul 11.00 WIB, sebuah Mitsubishi L300 meluncur dari arah barat. Di balik kemudinya adalah IM (46), pria asal Semarang yang tengah menempuh perjalanan panjang menuju Bululawang.
Ia telah berkendara ratusan kilometer, melintasi tol dan jalur arteri, bergantian kemudi dengan kernetnya untuk melawan lelah yang mulai merayap.
Namun, saat memasuki wilayah Kromengan, tubuh IM menyerah pada kantuk hanya untuk beberapa detik. Dalam sekejap mata yang tertutup tanpa sadar itu, konsentrasi IM runtuh. Pikap yang ia kendarai hilang kendali, keluar jalur, dan merangsek masuk ke bahu jalan sisi berlawanan.
Nahas, di saat yang bersamaan, ADZ sedang berjalan kaki di sana. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat upaya pengereman menjadi sia-sia.
Tabrakan tak terhindarkan. Luka parah di bagian kepala membuat nyawa bocah malang itu tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.
“Pengemudi diduga mengalami microsleep sehingga kehilangan kendali. Kendaraan masuk ke bahu jalan jalur berlawanan dan menabrak pejalan kaki,” ungkap Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Jumat (14/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tragedi ini membawa IM dari balik kemudi ke balik jeruji besi. Polisi resmi menetapkannya sebagai tersangka dengan ancaman pidana hingga 6 tahun penjara. Rekaman CCTV dan bukti-bukti di lapangan menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga dari sebuah kelalaian.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kalau sudah merasa lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri. Berhenti dan beristirahatlah,” tegas AKP Chelvin.
Baca Juga: Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya
-
QLola by BRI, Solusi Cash Management untuk Payroll Perusahaan Skala Besar