- Pemerintah Kota Malang menyelidiki pencemaran limbah industri ilegal yang membuat air Sungai Brantas menjadi keunguan.
- Wali Kota Wahyu Hidayat mengancam pencabut izin dan penutupan usaha jika terbukti ada kesengajaan pada Rabu (30/9/2026).
- Tim gabungan telah mengambil sampel air dan saat ini kondisi sungai dilaporkan sudah berangsur kembali normal.
SuaraMalang.id - Fenomena tak lazim melanda aliran Sungai Brantas di kawasan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Air sungai yang biasanya kecokelatan mendadak berubah warna menjadi keunguan.
Menanggapi potensi bencana ekologis ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat memburu dalang di balik pencemaran tersebut.
Pemerintah menduga kuat adanya pembuangan limbah industri secara ilegal di aliran sungai vital Jawa Timur ini.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melayangkan peringatan keras bagi pelaku usaha yang terbukti menjadi biang keladi pencemaran.
Ia menegaskan, regulasi lingkungan hidup tidak bisa ditawar, dan sanksi terberat siap dijatuhkan.
"Jika hasil investigasi membuktikan adanya kesengajaan pembuangan limbah oleh perusahaan, kami tak segan menjatuhkan sanksi tegas: cabut izin dan tutup usahanya!" tegas Wahyu di Kota Malang, Rabu (30/9/2026) malam.
Wahyu menambahkan, memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) saja tidak cukup jika sekadar formalitas di atas kertas.
Pengoperasiannya wajib tersertifikasi dan lolos uji Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum limbah dialirkan keluar.
"Tidak boleh dibuang langsung tanpa proses netralisasi. Limbah harus dipastikan aman menurut komisi AMDAL," tambahnya, seraya memastikan pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Merespons laporan warga, tim gabungan dari Perum Jasa Tirta (PJT) I, DLH Kota Malang, dan Muspika setempat langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi kejadian untuk mengambil sampel air.
Baca Juga: Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot
Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I, Ivania Aestrianingsih, mengonfirmasi bahwa saat ini kondisi air Brantas telah berangsur normal dan bau menyengat di sekitar lokasi mulai sirna. Kendati demikian, penyelidikan tidak berhenti di situ.
"Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni limbah industri atau faktor lain sebelum hasil laboratorium keluar. Uji ilmiah yang akan berbicara," ungkap Ivania.
Hingga kini, publik menanti hasil uji laboratorium DLH untuk mengungkap zat kimia apa yang sempat menyulap Brantas menjadi ungu, sekaligus membongkar siapa pihak yang harus bertanggung jawab di balik ancaman perusakan lingkungan ini. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot
-
Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya
-
BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Diduga Aniaya 8 Siswa, Eks Kepsek SMPN 18 Malang Tidak Dapat Bantuan Hukum dari Pemkot
-
Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak
-
Butuh Tukar Valas? BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi