- Sebanyak 18 siswa kelas 4 SDN 2 Klepu, Kabupaten Malang, terpaksa belajar di ruang kelas yang nyaris ambruk.
- Struktur atap ruang kelas yang lapuh hanya disangga bilah bambu sehingga membahayakan keselamatan seluruh siswa saat belajar.
- Para siswa dan guru mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan ruang kelas yang rusak parah demi keamanan kegiatan belajar.
SuaraMalang.id - Di sebuah sudut Kabupaten Malang, tepatnya di kelas 4 SDN 2 Klepu, belajar bukan lagi sekadar aktivitas mengejar ilmu, melainkan sebuah pertaruhan nyawa.
Sebanyak 18 siswa di sana setiap hari harus duduk bersila di bawah ancaman material bangunan yang bisa runtuh kapan saja.
Pemandangan di dalam kelas itu jauh dari kata layak. Kayu penyangga plafon yang seharusnya kokoh kini telah lapuh dimakan usia.
Alih-alih beton atau kayu jati, penyangga utama atap mereka kini hanyalah bilah-bilah bambu yang dipasang seadanya. Di atas kepala mereka, lembaran asbes mulai retak dan berjatuhan, seolah menghitung mundur waktu menuju bencana.
Bagi Vera Dhanisa Anjellina, salah satu siswi kelas 4, konsentrasi belajar adalah kemewahan yang sulit didapat. Matanya sering kali tak tertuju pada papan tulis, melainkan melirik ke langit-langit gedung yang menganga.
"Saya khawatir asbes ini jatuh pada saat jam belajar," ungkap Vera, Jumat (17/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Rasa cemas itu bukan tanpa alasan. Setiap derit kayu atau embusan angin kencang membuat jantung para siswa berdegup kencang. Mereka tak lagi hanya membawa buku dan pensil, tapi juga rasa was-was yang menghantui setiap detik proses belajar mengajar.
Keadaan yang sudah di ujung tanduk ini memicu keberanian para siswa untuk bersuara. Secara serempak, dengan suara mungil yang bergetar namun tegas, mereka mengirimkan pesan terbuka kepada para pemangku kebijakan.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kami murid kelas 4 SDN 2 Klepu. Yang terhormat Bapak Bupati Malang, Bapak Lurah, Bapak Camat, Bapak Kepala Dinas Pendidikan. Tolong perbaiki ruang kelas kami karena rusak parah dan tidak layak digunakan untuk belajar," ucap mereka serempak.
Baca Juga: Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO
Wali Kelas 4, Holland Silaen, menyebut kondisi sekolahnya kini sudah masuk kategori darurat. Ia mengakui tak punya pilihan selain tetap menggunakan ruang kelas tersebut karena ketiadaan ruang pengganti.
Namun, ia sadar betul bahwa keselamatan anak didiknya sedang berada di ujung tanduk, terutama saat awan mendung mulai menggelayut.
"Yang kami khawatirkan jika masuk musim penghujan nanti. Hal ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan, mental, dan pola pikir anak-anak serta guru," jelas Holland.
Sebagai langkah darurat, pihak sekolah mulai menjalin komunikasi dengan warga sekitar. Rencananya, jika hujan mulai turun dan kondisi kelas semakin tak terkendali, kegiatan belajar akan mengungsi ke rumah-rumah warga.
Berita Terkait
-
Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO
-
109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu
-
Disebut di Pinggir Sungai, Kades Sidodadi Bongkar Fakta Kopdes Merah Putih yang Viral
-
Lirik Vulgar Berujung Polisi: Yakuza Maneges Pastikan Icha Chellow & Mala Agatha Tak Ada Kata Damai
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
Beri Apresiasi untuk Nasabah, BRI Hadirkan Promo Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu
-
Warga Malang Hadapi Harga BBM Baru: Pertalite Jadi Primadona, Antrean Mengular hingga Stok Ludes
-
BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun, Pertumbuhan Bisnis dan Fundamental Makin Solid