- Organisasi Yakuza Maneges melakukan penyegelan pondok pesantren milik tersangka predator seksual berinisial MR di Kabupaten Malang.
- PBNU mengkritik aksi penyegelan tersebut karena dianggap sebagai tindakan main hakim sendiri yang melampaui kewenangan aparat penegak hukum.
- Tim hukum Yakuza Maneges menegaskan bahwa penyegelan dilakukan sebagai bentuk pernyataan moral terhadap dugaan penistaan di lingkungan pendidikan agama.
SuaraMalang.id - Ruang publik di Kabupaten Malang mendadak riuh oleh perang urat syaraf yang melibatkan institusi besar dan organisasi masyarakat.
Pusaran polemik ini bermula dari tindakan penyegelan sebuah Pondok Pesantren yang diasuh tersangka predator seksual berinisial MR oleh organisasi Yakuza Maneges.
Namun, aksi ini justru memantik kritik tajam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi atau akrab disapa Gus Fahrur, sebelumnya mengingatkan agar semua pihak menahan diri dari praktik main hakim sendiri. Baginya, penegakan hukum adalah wilayah sakral milik aparat negara, bukan ormas.
Namun, kritik tersebut justru disambut dengan serangan balik yang tak kalah sengit. Tim Hukum Yakuza Maneges, motor di balik aksi penyegelan tersebut, menegaskan bahwa langkah mereka bukanlah upaya mengangkangi wewenang polisi, melainkan sebuah pernyataan moral yang mendesak.
"Kami memiliki hak untuk memberikan kepastian sosial bahwa tidak boleh ada siapa pun yang berkamuflase atas kejahatannya di balik jubah agama," tegas Muhammad Zaki, Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges, Rabu (17/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Zaki tak gentar menyebut bahwa tindakan asusila yang dilakukan di lingkungan pendidikan agama adalah bentuk penistaan nyata terhadap agama itu sendiri.
Menurutnya, membiarkan simbol-simbol suci tetap berkibar di lokasi tempat kejahatan seksual diduga terjadi justru akan mencederai marwah institusi keagamaan.
Ketegangan kian meruncing saat sebuah video pencopotan banner penyegelan beredar luas. Video tersebut diklaim mengatasnamakan instruksi Ketua PBNU. Menanggapi hal itu, Zaki justru melontarkan pertanyaan tajam mengenai keberpihakan organisasi sebesar PBNU.
"Semestinya, sebagai pengurus besar, mereka men-support upaya pembersihan terhadap penistaan agama semacam ini. Tapi mengapa pernyataannya justru seolah berbanding terbalik?" gugat Zaki.
Baca Juga: Sukhoi Asal Malang Guncang Langit Perancis: Rahasia Layangan Rp7 Ribu Tembus Kejuaraan Dunia
Berita Terkait
-
Sukhoi Asal Malang Guncang Langit Perancis: Rahasia Layangan Rp7 Ribu Tembus Kejuaraan Dunia
-
Wajah Baru Pasar Induk Gadang Ditarget Rampung Lebih Cepat
-
Datang Sendiri ke Kantor Polisi, Pengasuh Ponpes di Malang Resmi Tersangka Pelecehan
-
Gus Thuba Pimpin Penyegelan 3 Ponpes di Malang Usai Skandal 20 Tahun Terkuak
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026
-
Boost Harimu, Nikmati Hemat 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional
-
Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo