- Pemkot Malang mengkaji transisi kendaraan dinas ke listrik guna menekan biaya operasional akibat kenaikan harga BBM yang drastis.
- Sekda Kota Malang menyatakan pemerintah sedang menghitung efisiensi investasi serta skema pengadaan unit kendaraan listrik yang paling tepat.
- Langkah efisiensi ini dilakukan untuk menjaga stabilitas APBD tahun 2026 setelah adanya pemangkasan dana transfer dari Pemerintah Pusat.
SuaraMalang.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang kini menembus angka Rp16.250 per liter memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk memutar otak.
Tak ingin anggaran daerah terkuras hanya untuk mengisi tangki kendaraan dinas, Bumi Arema kini tengah serius menimbang langkah besar beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik (Electric Vehicle).
Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan kajian mendalam untuk memformulasikan transisi armada dari basis fosil ke tenaga setrum.
Transisi ini tidak dilakukan secara gegabah. Saat ini, Pemkot Malang sedang mensimulasikan angka investasi versus potensi penghematan jangka panjang.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah skema pengadaan, apakah akan membeli unit baru secara langsung atau menggunakan sistem sewa yang dianggap lebih fleksibel.
"Kami sedang melakukan pemodelan. Angka investasinya berapa dan apakah penghematannya nanti bisa menutup kenaikan operasional saat ini atau tidak," ujar Erik, Kamis (11/6/2026).
Bagi warga yang khawatir soal infrastruktur, Erik menegaskan bahwa ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Malang bukan lagi kendala, mengingat koordinasi dengan PLN sudah berjalan solid.
Sementara itu, nasib kendaraan dinas lama berbahan bakar minyak sedang berada di ujung tanduk, opsi penjualan aset secara bertahap atau sekaligus kini mulai masuk dalam meja pembahasan.
Urgensi beralih ke kendaraan listrik semakin mendesak mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang diet ketat. Selain dihantam kenaikan BBM, Kota Malang juga harus menghadapi kenyataan pahit berupa pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp284 miliar.
Baca Juga: Kardus di Kebun Tebu: Bayi Berjaket Merah Ditemukan Tak Bernyawa di Malang
Defisit yang cukup besar ini memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi masif di segala sektor guna menjaga napas APBD hingga akhir 2026.
Strategi hijrah ke kendaraan listrik dipandang sebagai salah satu solusi jitu untuk memangkas biaya rutin yang selama ini tersedot ke sektor energi.
Meski dibayangi tantangan anggaran yang berat, Erik menjamin bahwa kualitas layanan publik tidak akan dikorbankan.
Seluruh efisiensi yang dilakukan, termasuk rencana penggunaan mobil listrik, justru bertujuan agar roda birokrasi tetap berputar optimal tanpa terganggu fluktuasi harga energi global.
"Kami berupaya agar kondisi kenaikan harga BBM tetap membuat layanan publik bisa berjalan optimal," pungkasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kardus di Kebun Tebu: Bayi Berjaket Merah Ditemukan Tak Bernyawa di Malang
-
Tantangan Menembus Alam: Ikhtiar Kabupaten Malang Merdeka dari Zona Buta Sinyal
-
Demi KDMP, 21 Lahan Hijau di Kota Malang Terancam Alih Fungsi
-
Berawal dari Curhat Talent di Medsos, YouTuber Gus Idris Jadi Tersangka Pelecehan Seksual
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026
-
Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Demi Akses Keuangan, Mantri BRI Tempuh Pegunungan Toraja
-
Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru