- Rombongan wisatawan Surabaya diserang massa di Pantai Wedi Awu, Malang, pada Selasa dini hari, 6 Juni 2025.
- Provokasi video musik DJ yang dianggap menyinggung masyarakat memicu pengepungan, penganiayaan, serta perusakan enam unit kendaraan.
- Polres Malang menetapkan empat orang tersangka atas tindakan penghasutan dan perusakan dalam insiden kekerasan massal tersebut.
SuaraMalang.id - Suasana tenang dini hari di Pantai Wedi Awu, Kecamatan Tirtoyudo, Malang, mendadak berubah menjadi neraka bagi rombongan wisatawan asal Surabaya.
Selasa (6/6/2025) sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar tamu cottage tengah terlelap, suara bising mesin motor dan teriakan massa merobek keheningan.
Sekitar 100 orang datang mengepung. Listrik dipadamkan secara paksa, menciptakan suasana gelap mencekam. Tanpa basa-basi, massa mulai melakukan razia identitas, penganiayaan, hingga perusakan brutal terhadap kendaraan yang terparkir.
Tragedi ini bukan terjadi secara spontan. Benih kerusuhan justru tertanam enam jam sebelumnya melalui layar ponsel.
Malam itu, pukul 19.00 WIB, kelompok wisatawan Surabaya tersebut menggelar hiburan musik dengan iringan DJ di halaman penginapan.
Tanpa mereka sadari, seseorang merekam aksi tersebut. Dalam rekaman itu, terselip lirik lagu yang dianggap menyinggung elemen masyarakat tertentu di Malang.
Pukul 21.00 WIB, video tersebut "meledak" di grup-grup WhatsApp komunitas lokal. Di sinilah peran tersangka M (penghasut) dimulai.
Meski tidak berada di lokasi saat video beredar, M diduga kuat memobilisasi massa melalui pesan-pesan provokatif. Ia menginstruksikan orang-orang untuk berkumpul dan "memberi pelajaran" kepada para tamu tersebut.
Massa yang tersulut emosi tiba di lokasi menjelang subuh. Dalam waktu 30 menit, enam kendaraan, terdiri dari Hiace, dua unit Elf, Ertiga, Avanza, hingga Innova, menjadi sasaran amuk. Kaca pecah, bodi mobil dicoret-coret menggunakan cat semprot, dan batu-batu besar beterbangan.
Baca Juga: Langkah Pemkot Malang Mengurai Benang Kusut Pasar Kebalen
Ironisnya, amarah massa yang membabi buta turut memakan korban yang sama sekali tidak tahu apa-apa. Sebuah mobil Innova yang sedang terparkir di lokasi ikut dihancurkan, padahal pemiliknya bukan bagian dari rombongan wisatawan Surabaya tersebut.
"Khusus Innova ini pemiliknya warga masyarakat lain yang kebetulan ada di lokasi dan akhirnya menjadi korban perusakan," ungkap Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, Jumat (8/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Penyelidikan cepat yang dilakukan Polres Malang akhirnya membuahkan hasil. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Tiga orang berinisial A, Y, dan Z menjadi tersangka eksekutor perusakan, sementara M ditetapkan sebagai tersangka penghasutan.
"Ada yang berperan melempar batu, ada yang mencoret-coret kendaraan. Sementara satu tersangka lainnya adalah orang yang memobilisasi massa melalui grup WhatsApp," jelas AKBP Taat.
Tak hanya soal kekerasan dan perusakan, polisi kini tengah mendalami laporan kehilangan barang-barang milik wisatawan yang diduga dijarah di tengah kekacauan tersebut.
Penyelidikan masih terus berkembang, dan polisi memberi sinyal bahwa jumlah tersangka kemungkinan besar akan bertambah seiring teridentifikasinya massa yang terlibat.
Berita Terkait
-
Langkah Pemkot Malang Mengurai Benang Kusut Pasar Kebalen
-
Hanya 180 Unit yang Lolos? Rencana Angkot Malang Jadi Feeder TransJatim
-
Alami Pengeroyokan di Pantai Wedi Awu, 31 Wisatawan Surabaya Malah Positif Narkoba
-
Teror di Pantai Wediawu Malang: Wisatawan Diserang Massa, 6 Mobil Hancur dan Korban Luka-luka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Modus Program UMKM, 227 Warga Malang Terpikat Sandiwara ASN Gadungan
-
Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang