Wakos Reza Gautama
Rabu, 06 Mei 2026 | 08:41 WIB
Polres Malang menyelidiki dugaan kasus perusakan enam unit kendaraan milik rombongan wisatawan asal Surabaya oleh sejumlah orang tak dikenal di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sekelompok orang tak dikenal menyerang rombongan wisatawan asal Surabaya di Pantai Wediawu, Malang, pada Selasa (5/5/2026) dini hari.
  • Aksi kekerasan tersebut mengakibatkan enam unit kendaraan rusak parah dan menyebabkan enam orang wisatawan mengalami luka-luka fisik.
  • Polres Malang sedang mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi untuk mengungkap motif dan identitas pelaku di balik penyerangan tersebut.

SuaraMalang.id - Debur ombak Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, yang seharusnya menjadi latar belakang ketenangan liburan, mendadak berubah menjadi panggung teror.

Selasa (5/5/2026) dini hari yang sunyi pecah oleh suara hantaman benda tumpul dan teriakan minta tolong. Sebuah rombongan wisatawan asal Surabaya baru saja mengalami mimpi buruk yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Enam unit kendaraan milik rombongan tersebut menjadi sasaran amuk sekelompok orang tak dikenal. Tak hanya harta benda yang remuk, raga para pelancong ini pun turut terluka.

Aksi brutal ini menyisakan pemandangan memilukan yang terekam jelas dalam video amatir dan kini viral di media sosial.

Kaca depan, samping, hingga belakang mobil-mobil tersebut tampak retak seribu hingga hancur berkeping-keping. Salah satu mobil bahkan tak luput dari aksi vandalisme yang mencoreng citra pariwisata Malang.

Pihak Polres Malang bergerak cepat menanggapi laporan tersebut. Di lokasi kejadian, petugas menemukan bukti-bukti yang mengindikasikan adanya kekerasan yang terencana atau spontanitas di bawah pengaruh alkohol.

"Kami mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP, seperti balok kayu, batu, hingga botol minuman keras yang diduga digunakan para pelaku," ungkap Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, Selasa (5/5/2026).

Dampak penyerangan ini lebih dari sekadar kerugian material. Enam orang wisatawan dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Untuk mencegah eskalasi konflik dan menjamin keselamatan, polisi memberikan pengawalan ketat kepada rombongan korban saat meninggalkan area lokasi.

Baca Juga: KAI Daop 8 Gandeng Jaksa Amankan Aset Negara di Malang

Hingga saat ini, tim penyidik Polres Malang masih terus bekerja secara profesional untuk mengungkap siapa di balik aksi anarkis ini.

Identitas para pelaku dan motif yang mendasari penyerangan masih menjadi teka-teki besar yang sedang didalami melalui keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang terkumpul.

Di tengah sorotan tajam warganet, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri.

"Kami pastikan penyelidikan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur. Kami mohon masyarakat tidak terprovokasi dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian," tegas AKP Bambang. (ANTARA)

Load More