- Sebanyak 800 PKL di Jalan Zaenal Zakse, Kota Malang, menyebabkan kemacetan lalu lintas dan ketidakteraturan di area pasar.
- Pemerintah Kota Malang menetapkan aturan operasional PKL yang hanya diperbolehkan berjualan mulai tengah malam hingga pukul 06.00 WIB.
- Pemkot Malang menempatkan personel khusus untuk memastikan kepatuhan pedagang agar jalan raya tidak lagi difungsikan sebagai pasar permanen.
SuaraMalang.id - Setiap pagi, Jalan Zaenal Zakse di Kota Malang adalah sebuah panggung keriuhan yang melelahkan. Klakson kendaraan bersahut-sahutan dengan tawar-menawar harga sayur. Di sana, aspal jalan raya seolah hilang, tertutup oleh tumpah ruahnya pedagang yang mencari peruntungan.
Pemandangan ini bukan cerita baru. Benang kusut di Pasar Kebalen ini sudah terurai sejak tahun 1990-an, tepatnya saat pembangunan Pasar Besar dimulai.
Kala itu, sebagian pedagang direlokasi ke sini, dan sejak saat itu, jumlah mereka terus membengkak hingga tak terbendung.
Kondisi di Pasar Kebalen saat ini ibarat "anak yang tumbuh lebih besar dari bajunya". Data resmi menunjukkan hanya ada sekitar 300 pedagang yang terdata di dalam pasar. Namun, di luar sana, ada sekitar 800 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan.
Dominasi PKL ini menciptakan efek domino yang merugikan. Karena pembeli lebih memilih berbelanja di pinggir jalan agar lebih praktis, pedagang yang awalnya berjualan di dalam pasar akhirnya terpaksa "ikut-ikutan" pindah ke luar demi menyambung hidup. Hasilnya? Jalan raya tersumbat, dan warga pengguna jalan pun meradang.
"PKL ini sebenarnya ada sejak pembangunan Pasar Besar dulu. Seiring perkembangan kota, jumlahnya bertambah dan mulai memengaruhi arus lalu lintas di Jalan Zaenal Zakse," ungkap Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Jumat (8/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Pemerintah Kota Malang menyadari bahwa menggusur habis bukanlah solusi yang bijak di tengah kesulitan ekonomi. Sebuah jalan tengah pun diambil yakni toleransi waktu.
Para PKL diperbolehkan menjajakan dagangannya mulai pukul 00.00 WIB hingga matahari mulai meninggi. Tepat pukul 06.00 WIB, mereka harus sudah mulai mengemasi lapak.
"Kita tetap beri kesempatan untuk cari makan. Nanti mereka harus menyadari, jam 06.00 atau paling lambat jam 07.00 pagi, area tersebut sudah harus bersih kembali," tambah Eko.
Baca Juga: Hanya 180 Unit yang Lolos? Rencana Angkot Malang Jadi Feeder TransJatim
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengaku sering menerima keluhan pedas dari masyarakat mengenai semrawutnya jalur tersebut.
Baginya, ketertiban umum tidak bisa ditawar lagi. Untuk memastikan aturan jam operasional dipatuhi, Pemkot Malang akan menempatkan personel khusus untuk berjaga di lokasi setiap hari.
"Untuk sementara waktu akan ada penjagaan. Tujuannya jelas, agar jalan raya tidak lagi berubah menjadi pasar permanen," tegas Wahyu.
Di sisi pedagang, informasi penertiban ini rupanya sudah menyebar luas. Banner larangan berdagang di luar jam yang ditentukan pun sudah terpampang nyata di sudut-sudut pasar.
Ketua Koordinator PKL Pasar Kebalen, Muhammad Salam, memastikan bahwa sebagian besar pedagang sudah memahami aturan main yang baru ini.
"Semua sudah mendapat edaran. Kalaupun ada satu atau dua orang yang belum tahu, mungkin karena saat sosialisasi mereka tidak berjualan," jelas Salam.
Berita Terkait
-
Hanya 180 Unit yang Lolos? Rencana Angkot Malang Jadi Feeder TransJatim
-
Alami Pengeroyokan di Pantai Wedi Awu, 31 Wisatawan Surabaya Malah Positif Narkoba
-
Teror di Pantai Wediawu Malang: Wisatawan Diserang Massa, 6 Mobil Hancur dan Korban Luka-luka
-
KAI Daop 8 Gandeng Jaksa Amankan Aset Negara di Malang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Tak Perlu Brand Luar! Ini 5 Sepatu Lokal Paling Ikonik yang Wajib Ada di Rak Anda
-
Langkah Pemkot Malang Mengurai Benang Kusut Pasar Kebalen
-
Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat
-
Anti Bau Matahari! Ini 5 Parfum Wanita 2026 yang Makin Wangi Saat Berkeringat