- Pemkot Malang mengkaji penggunaan angkot sebagai angkutan pengumpan untuk mendukung operasional bus TransJatim di kawasan Malang Raya.
- Dishub Kota Malang menargetkan 180 unit angkot layak jalan untuk melakukan penataan ulang trayek agar lebih efektif.
- Rencana ini merespons lonjakan jumlah penumpang TransJatim yang mencapai 3.213 orang per hari sepanjang Mei 2026.
SuaraMalang.id - Di tengah riuhnya lalu lintas Kota Malang, deretan angkutan kota (angkot) berwarna biru ikonik masih setia menyusuri sudut-sudut jalan.
Namun, di balik keberadaannya yang mulai tergerus zaman, terselip sebuah rencana besar yakni transformasi menjadi "jembatan" bagi layanan transportasi modern, TransJatim.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini tengah serius mengkaji skema penggunaan angkot sebagai feeder atau angkutan pengumpan.
Tujuannya satu, yakni memastikan layanan bus TransJatim koridor Malang Raya, yang menghubungkan Kota Malang, Kabupaten Malang via Dau, hingga Kota Batu, dapat dijangkau dengan mudah hingga ke "pintu rumah" warga.
Rencana ini rupanya bukan perkara mudah. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa tidak semua angkot bisa langsung terjun ke lapangan. Standar administrasi dan kelaikan operasional menjadi "saringan" yang cukup ketat.
"Kami harus membicarakan ini dengan teman-teman pemilik angkot, karena kendaraan tersebut bukan milik pemerintah kota. Ada syarat kelaikan yang tidak bisa ditawar," ujar Widjaja pada Rabu (5/5/2026).
Potret kondisi angkot di lapangan memang cukup kontras. Dari total sekitar 600 unit angkot yang tersisa di Bumi Arema, hasil identifikasi awal menunjukkan potret yang cukup mengejutkan.
Hanya sekitar 180 unit atau kurang dari sepertiganya saja yang diprediksi memenuhi syarat untuk naik kelas menjadi armada pendukung TransJatim.
Persoalan bukan hanya pada fisik armada. Penataan ulang trayek atau rerouting kini menjadi agenda krusial bagi Dishub. Pasalnya, dari 25 trayek yang ada saat ini, tercatat hanya 15 jalur yang benar-benar masih bernapas dan aktif beroperasi.
Baca Juga: Alami Pengeroyokan di Pantai Wedi Awu, 31 Wisatawan Surabaya Malah Positif Narkoba
Langkah rerouting ini diharapkan menjadi solusi "win-win solution". Di satu sisi, masyarakat mendapatkan akses transportasi yang terintegrasi. Di sisi lain, para pemilik angkot mendapatkan kepastian rute yang lebih efektif dan tidak saling berbenturan.
"Kami sedang menyiapkan skema penataan ulang trayek agar lebih efektif melayani kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi publik yang mudah," tambah Widjaja.
Urgensi kehadiran feeder ini bukan tanpa alasan. Popularitas bus TransJatim di koridor Malang Raya sedang berada di puncaknya. Bayangkan saja, sepanjang Mei 2026, angka keterisian penumpang (load factor) mencapai 109 persen.
Artinya, setiap hari ada sekitar 3.213 penumpang yang berdesakan menggunakan bus ini sepanjang rute 52 kilometer. Angka ini melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat 2.697 penumpang per hari. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Alami Pengeroyokan di Pantai Wedi Awu, 31 Wisatawan Surabaya Malah Positif Narkoba
-
Teror di Pantai Wediawu Malang: Wisatawan Diserang Massa, 6 Mobil Hancur dan Korban Luka-luka
-
KAI Daop 8 Gandeng Jaksa Amankan Aset Negara di Malang
-
Kampus Bukan Pabrik Pekerja: Rektor UMM dan Unisma Tolak Penutupan Prodi Tak Sesuai Pasar
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri