- Seorang pria berinisial AM (60) di Malang melakukan kekerasan seksual terhadap pasien perempuan berusia 23 tahun sepanjang Juni 2025.
- Pelaku melancarkan aksinya dengan modus ritual pengobatan medis dan spiritual guna menyembuhkan penyakit kaki yang diderita oleh korban.
- Polres Malang menangkap pelaku pada 18 April 2026 dan menjeratnya dengan Undang-Undang TPKS dengan ancaman 12 tahun penjara.
SuaraMalang.id - Bagi seorang perempuan berusia 23 tahun asal Kecamatan Gedangan, Malang, harapan untuk bisa berjalan normal kembali adalah segalanya.
Rasa sakit di kakinya yang tak kunjung sembuh meski telah menempuh jalur medis, membawanya pada sebuah saran keluarga yaitu mencoba pengobatan alternatif kepada AM (60), seorang pria yang dianggap memiliki "kemampuan lebih".
Namun, siapa sangka, di balik pintu rumah kakek 60 tahun itu, bukan kesembuhan yang didapat, melainkan sebuah mimpi buruk yang akan membekas seumur hidup.
Pertemuan yang awalnya dianggap sebagai ikhtiar pengobatan, berubah menjadi jerat kekerasan seksual yang terencana. Dengan otoritasnya sebagai "orang pintar", AM meyakinkan korbannya bahwa ada prosedur khusus yang harus dijalani.
"Tersangka memanfaatkan kerentanan korban yang sedang sakit. Dengan dalih terapi, korban digiring mengikuti arahan pelaku yang berujung pada tindakan kekerasan seksual," ungkap AKP Yulistiana Sri Iriana, Kasat Reserse PPA Polres Malang, Kamis (24/4/2026).
Di dalam kesunyian kamar, AM melancarkan bujuk rayunya. Tak tanggung-tanggung, ia mencampuradukkan urusan medis dengan spiritual dan personal.
Ia berdalih bahwa persetubuhan tersebut adalah bagian dari ritual untuk menyembuhkan penyakit kaki sekaligus "memperbaiki" hubungan rumah tangga korban.
Dalam kondisi sakit dan tertekan, korban sempat tak berdaya untuk melawan. Kepercayaan yang dititipkan keluarganya kepada AM menjadi senjata bagi pelaku untuk terus mengulang aksinya.
Berdasarkan catatan kepolisian, tindakan bejat ini terjadi berkali-kali sepanjang Juni 2025, baik di rumah pelaku maupun saat AM berkunjung ke rumah korban.
Baca Juga: Main Mata dengan Mafia BBM: SPBU di Malang Dihukum Puasa Pertalite Selama Sebulan
Namun, sepandai-pandainya AM membungkus nafsunya dengan dalih pengobatan, trauma yang dirasakan korban tak lagi bisa dibendung.
Setelah memendam beban yang menyesakkan dada, korban akhirnya memberanikan diri mengadu kepada suaminya. Laporan pun dilayangkan, dan tabir gelap sang tabib gadungan mulai tersingkap.
Sabtu (18/4/2026) menjadi akhir dari praktik "pengobatan" menyimpang milik AM. Tim kepolisian menangkapnya di kediamannya tanpa perlawanan berarti.
Sejumlah barang bukti disita, termasuk pakaian korban dan rekaman video yang memperkuat dugaan tindak pidana tersebut.
Polres Malang bertindak tegas. AM kini dijerat dengan Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia dituding telah menyalahgunakan kekuasaan dan memanfaatkan kerentanan seseorang untuk memuaskan hasrat pribadinya.
Kini, AM harus bersiap menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara serta denda hingga Rp300 juta. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Main Mata dengan Mafia BBM: SPBU di Malang Dihukum Puasa Pertalite Selama Sebulan
-
Memburu Joki di UTBK UM: Ketika Jejak Digital di Video MPLS Bongkar Siasat Licin Pelaku
-
Tak Bisa Lagi 'Ghosting' Pajak: Begini Cara Bapenda Malang Naikkan Pendapatan
-
Tangki Siluman di Kota Malang: Saat Subsidi Rakyat Berakhir di Jeriken Mafia BBM demi Cuan Haram
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos