- Mantan dosen UIN Malang, Muhammad Imam Muslimin, meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang Kota, Senin 13 April 2026.
- Almarhum meninggal dunia saat sedang dimintai keterangan sebagai pelapor atas dugaan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya sendiri.
- Jenazah dimakamkan di TPU Udanawu, Blitar, sesuai wasiat almarhum untuk beristirahat di dekat makam orang tua dan keluarganya.
SuaraMalang.id - Senin malam (13/4/2026) itu, Desa Slemanan di Kecamatan Udanawu mendadak syahdu. Di bawah temaram lampu jalanan, iring-iringan mobil jenazah perlahan memasuki wilayah Kabupaten Blitar.
Di dalamnya, terbujur kaku sosok Muhammad Imam Muslimin, atau yang akrab disapa Yai Mim, yang sedang menempuh perjalanan terakhirnya pulang ke rumah.
Kedatangan jenazah mantan dosen UIN Malang ini disambut oleh ratusan pasang mata yang telah menanti dalam diam. Meskipun kepulangannya diiringi oleh hiruk-pikuk berita hukum yang menjeratnya di Malang, di tanah kelahirannya ini, ia hanyalah seorang putra daerah yang sedang menunaikan wasiat terakhirnya.
Kepergian Yai Mim terjadi begitu mendadak dan meninggalkan tanda tanya besar. Sekitar pukul 13.45 WIB siang itu, ia sedianya menjalani pemeriksaan di Mapolresta Malang Kota.
Ironisnya, pemeriksaan tersebut bukan kapasitasnya sebagai tersangka kasus pelecehan seksual, melainkan sebagai pelapor atas dugaan penganiayaan yang ia alami.
Namun, belum sempat memberikan keterangan penuh, ajal lebih dulu menjemput. Kabar duka ini bak petir di siang bolong bagi keluarga besar di Blitar.
"Kami sangat terkejut. Begitu mendengar kabar itu, keluarga besar langsung berunding dan memutuskan untuk segera menuju RS Saiful Anwar Malang," tutur Fatimatuz Zahro, keponakan almarhum, saat ditemui pada Selasa (14/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 20.30 WIB. Tak ingin menunda waktu, pihak keluarga segera melakukan proses pemulasaraan.
Di malam yang sunyi itu, jenazah langsung dimandikan, disalatkan, dan dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Udanawu.
Baca Juga: Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang
Pemilihan lokasi pemakaman ini bukan tanpa alasan. Rupanya, jauh sebelum ia terseret dalam pusaran kasus hukum yang membuatnya mendekam di sel sejak Januari lalu, Yai Mim pernah menitipkan pesan emosional kepada keluarga.
"Beliau pernah bilang, kalau sudah tua atau meninggal dunia, inginnya dimakamkan di sini, dekat dengan keluarga dan orang tua," kenang Fatimatuz
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat