SuaraMalang.id - Setelah mendapat protes dari warga, PT Tomoland selaku pengembang Perumahan Graha Agung akhirnya memperbaiki grill penutup drainase di wilayah RT 1 RW 8 Perumahan Joyogrand.
Grill yang rusak sejak Oktober 2024 itu sempat dibongkar warga pada Kamis (13/2/2025) malam sebagai bentuk kekecewaan. Akibatnya, akses jalan menuju Perumahan Graha Agung sempat tertutup dan tak bisa dilalui kendaraan.
Namun, setelah desakan warga, PT Tomoland segera bertindak. Perbaikan dilakukan pada Jumat (14/2/2025) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
"Iya, sudah diperbaiki jam 6 pagi tadi," ujar Manajemen Estate Graha Agung, Putra saat dikonfirmasi.
Ketua RT 1 RW 8, Andik, membenarkan bahwa grill drainase tersebut telah diperbaiki sesuai janji pengembang.
Namun, ia mengungkapkan bahwa warga sudah lama mengajukan permohonan perbaikan sejak Oktober 2024, tetapi tak pernah direspons serius.
"Rusaknya itu sejak Oktober. Sebenarnya kami biarkan, tapi lama-lama kok mengganggu. Kami ajukan perbaikan, awalnya direspons, katanya akan dijadwalkan koordinasi. Tapi sampai sekarang gak ada kabar lagi," keluh Andik.
Menurutnya, grill drainase tersebut baru dipasang pada Agustus 2024 sebagai bagian dari proyek pengaspalan jalan di Perumahan Joyogrand. Namun, hanya dalam waktu dua bulan, grill sudah mengalami kerusakan.
"Dibangun Agustus, termasuk grill-nya, tapi Oktober sudah rusak. Usianya hanya dua bulan," tambahnya.
Baca Juga: 5 Tuntutan HMI Terkait Hiburan Malam di Malang: Dari Batasi Jam Operasional Hingga Moratorium Izin
Karena permintaan perbaikan tak kunjung dipenuhi, warga akhirnya membongkar grill drainase tersebut sebagai bentuk protes.
Pembongkaran itu membuat akses jalan tak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Mereka juga membentangkan spanduk protes bertuliskan ‘Menunggu Komitmen Graha Agung’ sebagai bentuk kekecewaan terhadap PT Tomoland.
"Kalau dilewati kendaraan roda dua, grill ini berbunyi. Apalagi kalau mobil atau truk yang melintas, karena Perumahan Graha Agung masih dalam tahap pembangunan," jelas Andik.
Selain grill yang rusak, kondisi jalan di sekitar perumahan juga dikeluhkan warga, terutama akibat aktivitas pembangunan yang masih berlangsung.
Pengembang Akhirnya Bertindak, Warga Diminta Aktif Berkomunikasi
Setelah protes warga semakin memanas, PT Tomoland akhirnya memenuhi permintaan perbaikan grill drainase. Warga pun berharap ke depan pengembang lebih cepat merespons keluhan masyarakat agar kejadian serupa tak terulang.
Berita Terkait
-
5 Tuntutan HMI Terkait Hiburan Malam di Malang: Dari Batasi Jam Operasional Hingga Moratorium Izin
-
LPG 3 Kg Langka? DPRD Kota Malang Siapkan Perda Batasi Pengguna
-
Stok Elpiji 3 Kg di Malang Ditambah 4 Persen Sambut Ramadan, Warga Tak Perlu Panik
-
Target 77 TPS! Malang Gencar Percantik Tempat Pengelolaan Sampah
-
Ngamuk di Alun-Alun Tugu Malang, Pria Asal Lampung Rusak Fasilitas Umum
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Dwigol Winger Arema FC Gabriel Silva Benamkan Persis di Kawah Kanjuruhan
-
Detik-Detik Yaim Min Tumbang di Polresta Malang: Mengembuskan Napas Terakhir Saat Lapor Polisi
-
Kasus Terkubur Bersama Jasad: Akhir Dramatis Perjalanan Hukum Yai Mim di Balik Jeruji
-
Modal 3 Jutaan Bisa Punya Laptop Gahar? Ini 5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran