Wakos Reza Gautama
Senin, 01 Juni 2026 | 08:38 WIB
Ilustrasi hotel di Kota Batu. Kota Batu mencatatkan lonjakan okupansi hotel hingga 80 persen selama libur panjang Waisak pada akhir Mei 2026. [Foto: Tangkapan layar Google]
Baca 10 detik
  • Kota Batu mencatatkan lonjakan okupansi hotel hingga 80 persen selama libur panjang Waisak pada akhir Mei 2026.
  • Peningkatan hunian hotel di Kota Batu mencapai 20 persen lebih tinggi dibandingkan momen libur Idul Adha sebelumnya.
  • Sinergi ekosistem pariwisata yang matang antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan menarik minat para wisatawan.

SuaraMalang.id - Udara sejuk Kota Batu rupanya masih menjadi magnet paling kuat bagi para pemburu liburan. Pada momen libur panjang Waisak 2026, kota wisata di Jawa Timur ini mencatatkan fenomena panen raya.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu melaporkan bahwa angka hunian kamar hotel (okupansi) melonjak signifikan hingga menyentuh angka 80 persen.

Pemandangan hotel yang mulai penuh sesak ini menjadi sinyal positif kebangkitan pariwisata daerah. Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Haryadi, mengungkapkan bahwa lonjakan ini sudah terasa sejak Sabtu dan Minggu kemarin.

Menariknya, gairah wisata pada libur Waisak kali ini jauh melampaui momen Idul Adha sebelumnya. Pada Idul Adha okupansi tertahan di angka 60 persen karena masyarakat lebih fokus pada ibadah kurban di rumah, libur Waisak kali ini justru menjadi ajang balas dendam bagi para wisatawan untuk bepergian.

"Alhamdulillah, okupansi hotel tinggi. Ada peningkatan sekitar 20 persen dibandingkan masa libur Idul Adha," ujar Sujud Haryadi, Minggu (31/5/2026).

Bahkan, Sujud memprediksi angka ini belum mencapai puncaknya. Mengingat liburan masih berlanjut hingga Senin (1/6/2026), PHRI memasang target okupansi bisa menembus 90 persen.

Mengapa Batu selalu menjadi pilihan utama? Jawabannya bukan sekadar soal pemandangan alam. Sujud menjelaskan bahwa Kota Batu telah berhasil membangun sebuah ekosistem pariwisata yang matang dan saling mengunci.

Pemerintah daerah, pengelola hotel, restoran, pelaku UMKM, hingga pedagang kaki lima bergerak dalam satu irama yang sama. Sinergi ini melahirkan berbagai paket bundling promosi yang sulit ditolak oleh kantong wisatawan.

"Di Kota Batu semuanya sudah bersinergi. Kami menguatkan promosi melalui paket-paket menarik yang memanjakan pengunjung," tambahnya.

Baca Juga: 5 Pilihan Hotel di Semarang yang Dekat dengan Tempat Berlibur dan Nyaman Bersama Keluarga

Meski tengah berada di atas angin, PHRI Kota Batu enggan jemawa. Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi akibat konflik global, mereka justru semakin agresif melakukan promosi. Strategi jemput bola terus digencarkan agar tren positif ini tidak layu di tengah jalan. (ANTARA)

Load More