Wakos Reza Gautama
Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerapkan sistem Manajemen Talenta berbasis data untuk mengisi posisi Pimpinan Tinggi Pratama yang kosong. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Malang kini menerapkan sistem Manajemen Talenta berbasis data untuk mengisi posisi Pimpinan Tinggi Pratama yang kosong.
  • Calon pejabat dipilih melalui matriks 9-box berdasarkan kualifikasi, pangkat, golongan, serta penilaian kinerja komprehensif dari berbagai pihak.
  • Wali Kota Malang menjamin pelayanan publik tetap berjalan lancar meski proses pengisian jabatan strategis sedang dalam tahap verifikasi.

SuaraMalang.id - Era lelang jabatan terbuka (selter) di lingkungan Pemerintah Kota Malang nampaknya mulai bergeser. Kini, siapa pun yang ingin menduduki kursi Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tidak lagi sekadar mengandalkan pendaftaran administratif, melainkan harus masuk dalam radar Manajemen Talenta, sebuah sistem penyaringan elite berbasis data dan kinerja.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa proses pengisian sejumlah jabatan strategis yang saat ini kosong tengah memasuki babak krusial. Namun, ia meminta semua pihak bersabar.

"Sekarang pejabat sedang merekap semua laporan kinerja. Setelah itu dimasukkan ke sistem pengelompokan dan menunggu verifikasi dari BKN (Badan Kepegawaian Negara). Intinya, tunggu tanggal mainnya," ujar Wahyu, Minggu (31/5/2026).

Apa sebenarnya Manajemen Talenta itu? Berbeda dengan sistem konvensional, metode ini memetakan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam sebuah matriks sembilan boks (9-box grid).

Plt. Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono, menjelaskan bahwa sistem ini adalah hakim yang paling objektif. Profil pegawai dibedah habis-habisan, mulai dari kualifikasi pendidikan, pangkat, hingga golongan.

Tak berhenti di sana, penilaian kinerja pun dilakukan secara radikal melalui metode 360 derajat, sebuah evaluasi menyeluruh yang mengumpulkan masukan dari rekan kerja, atasan, hingga bawahan.

"Hanya mereka yang masuk dalam boks tujuh, delapan, dan sembilan yang punya tiket untuk maju. Itu adalah kelompok dengan kinerja sangat baik dan potensi tinggi," jelas Hendru.

Sejumlah posisi krusial saat ini masih menunggu pejabat definitif. Di antaranya adalah posisi strategis seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Inspektorat.

Meski kursi-kursi pimpinan ini masih kosong, Wahyu Hidayat menjamin roda pelayanan publik di Kota Malang tidak akan mogok. Keputusan penting tetap diambil melalui kolaborasi antara dirinya, Sekda, dan para Asisten.

Baca Juga: Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera

Meski data aplikasi BKN nantinya memunculkan nama-nama terbaik, perjalanan sang calon pimpinan tidak berhenti di sana.

Tim Komite Manajemen Talenta kemungkinan besar akan melakukan pendalaman melalui uji kompetensi teknis untuk memastikan bahwa sosok yang dipilih benar-benar mampu mengeksekusi visi pembangunan kota. (ANTARA)

Load More