- Pemerintah Kota Malang kini menerapkan sistem Manajemen Talenta berbasis data untuk mengisi posisi Pimpinan Tinggi Pratama yang kosong.
- Calon pejabat dipilih melalui matriks 9-box berdasarkan kualifikasi, pangkat, golongan, serta penilaian kinerja komprehensif dari berbagai pihak.
- Wali Kota Malang menjamin pelayanan publik tetap berjalan lancar meski proses pengisian jabatan strategis sedang dalam tahap verifikasi.
SuaraMalang.id - Era lelang jabatan terbuka (selter) di lingkungan Pemerintah Kota Malang nampaknya mulai bergeser. Kini, siapa pun yang ingin menduduki kursi Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tidak lagi sekadar mengandalkan pendaftaran administratif, melainkan harus masuk dalam radar Manajemen Talenta, sebuah sistem penyaringan elite berbasis data dan kinerja.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa proses pengisian sejumlah jabatan strategis yang saat ini kosong tengah memasuki babak krusial. Namun, ia meminta semua pihak bersabar.
"Sekarang pejabat sedang merekap semua laporan kinerja. Setelah itu dimasukkan ke sistem pengelompokan dan menunggu verifikasi dari BKN (Badan Kepegawaian Negara). Intinya, tunggu tanggal mainnya," ujar Wahyu, Minggu (31/5/2026).
Apa sebenarnya Manajemen Talenta itu? Berbeda dengan sistem konvensional, metode ini memetakan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam sebuah matriks sembilan boks (9-box grid).
Plt. Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono, menjelaskan bahwa sistem ini adalah hakim yang paling objektif. Profil pegawai dibedah habis-habisan, mulai dari kualifikasi pendidikan, pangkat, hingga golongan.
Tak berhenti di sana, penilaian kinerja pun dilakukan secara radikal melalui metode 360 derajat, sebuah evaluasi menyeluruh yang mengumpulkan masukan dari rekan kerja, atasan, hingga bawahan.
"Hanya mereka yang masuk dalam boks tujuh, delapan, dan sembilan yang punya tiket untuk maju. Itu adalah kelompok dengan kinerja sangat baik dan potensi tinggi," jelas Hendru.
Sejumlah posisi krusial saat ini masih menunggu pejabat definitif. Di antaranya adalah posisi strategis seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Inspektorat.
Meski kursi-kursi pimpinan ini masih kosong, Wahyu Hidayat menjamin roda pelayanan publik di Kota Malang tidak akan mogok. Keputusan penting tetap diambil melalui kolaborasi antara dirinya, Sekda, dan para Asisten.
Baca Juga: Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera
Meski data aplikasi BKN nantinya memunculkan nama-nama terbaik, perjalanan sang calon pimpinan tidak berhenti di sana.
Tim Komite Manajemen Talenta kemungkinan besar akan melakukan pendalaman melalui uji kompetensi teknis untuk memastikan bahwa sosok yang dipilih benar-benar mampu mengeksekusi visi pembangunan kota. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera
-
Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi
-
BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131
-
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, BRI Perkuat UMKM untuk Dorong Ekonomi Inklusif