SuaraMalang.id - Wacana pemindahan kepemilikan aset wisata Hotel Songgoriti dan pemandian air panas di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, dari Pemkab Malang ke Pemkot Batu, memicu ketegangan antara kedua pemerintah daerah.
Anggota DPRD Kota Batu mengusulkan agar aset bernilai ratusan miliar itu diserahkan ke Pemkot Batu dengan alasan keberadaan aset tersebut di wilayah administratif Kota Batu.
Namun, DPRD Kabupaten Malang menolak keras usulan tersebut. Meski kondisi hotel tersebut kini memprihatinkan, Pemkab Malang bersikukuh mempertahankan aset tersebut karena alasan historis dan strategis.
Ahmad Andik, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Malang, menyebut permintaan Pemkot Batu sebagai tindakan yang tidak berdasar.
Ia menegaskan bahwa meskipun Kota Batu dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Malang, pemindahan aset tidak bisa dilakukan begitu saja.
"Meski sekarang kondisinya seperti orang sekarat, aset ini tetap punya nilai strategis. Jika Jasa Yasa tidak mampu mengelolanya, carikan pihak ketiga yang serius, bukan dibiarkan amburadul seperti ini," ujar Andik, Senin (16/12/2024).
Ia juga menyoroti bahwa sejak 17 tahun lalu, pengelolaan Hotel Songgoriti dan pemandian air panasnya belum mampu memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bahkan, pihak ketiga yang sebelumnya mengelola hotel tersebut menunggak hingga Rp 5 miliar sebelum aset tersebut kembali ke tangan Pemkab Malang.
Hotel dan pemandian air panas yang dahulu menjadi primadona wisatawan pada era 1990-an kini berada dalam kondisi fisik yang buruk.
Baca Juga: Toko Retail di Langsep Malang Tersandung Kasus Korupsi? Ini Kata Kejari
Tidak hanya itu, pengelolaan oleh Perumda Jasa Yasa, yang merupakan perusahaan daerah milik Pemkab Malang, dinilai kurang inovatif dan tidak mampu mengembalikan kejayaan Songgoriti.
"Hotel ini pernah jaya, tetapi tidak mampu bertahan. Ini menjadi tanggung jawab Jasa Yasa untuk mencari solusi, baik melalui kerja sama dengan pihak ketiga maupun strategi pengelolaan baru," tambah Andik.
Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menyatakan bahwa aset tersebut seharusnya diserahkan kepada Pemkot Batu karena berada di wilayah mereka.
Namun, Pj Sekda Pemkab Malang, Nurman Ramdansyah, menegaskan bahwa Pemkab Malang tetap memegang kendali penuh atas aset tersebut dan tidak berniat menyerahkannya.
"Aset itu kini dikelola kembali oleh Perumda Jasa Yasa. Terkait pengembangan usaha, itu urusan Jasa Yasa. Tidak ada rencana untuk menyerahkan kepada pihak lain," kata Nurman.
Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkab Malang, Dr. Yetty Nurhsyati, mengakui bahwa hingga saat ini aset wisata tersebut belum memberikan kontribusi berupa dividen.
Berita Terkait
-
Toko Retail di Langsep Malang Tersandung Kasus Korupsi? Ini Kata Kejari
-
Parkir Liar di Kota Batu Disorot, Kepuasan Pelayanan Publik Masih Rendah
-
Batu Anggarkan Rp7,69 Miliar Atasi Darurat Sampah
-
Kontroversi Pengadaan Ambulans Seharga Alphard di Malang: Dugaan Pelanggaran
-
Kejaksaan Negeri Selamatkan Aset Pemkab Malang Senilai Rp95 Miliar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang