SuaraMalang.id - Kasus korupsi dana hibah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur terus bergulir. Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan bakal memeriksa belasan kelompok masyarakat (Pokmas) di Kabupaten Malang.
"Senin (16/9/2024), akan dilakukan pemeriksaan. Tempatnya rahasia. Saya tidak berani jawab. Tapi, undangan pemanggilan sudah disampaikan. Pihak penegak hukum yang mengantarkan surat pemanggilannya. Selesai jam 11 tadi malam (pukul 23.00, Jumat 13 September)," kata sumber TIMES Indonesia--jaringan Suara.com di internal penegak hukum, Sabtu (14/9/2024).
Menurut sumber tersebut, Pokmas yang anak diperiksa berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Malang.
"Yang paling banyak Pokmasnya, sepertinya di kecamatan Dampit. Tapi dari kecamatan lain juga lumayan banyak sih," katanya.
Kasus korupsi dana hibah pertama kali mencuat setelah KPK menangkap Sahat Tua Simanjuntak. Mantan Wakil Ketua DPRD Jatim itu divonis vonis 9 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor.
Sahat diputuskan bersalah karena telah terbukti menerima hadiah ijon fee dalam hibah DPRD Jatim senilai Rp39,5 miliar.
KPK yang mengembangkan kasus tersebut kemudian menetapkan 21 tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana hibah itu.
"KPK telah menetapkan 21 tersangka, yaitu empat tersangka sebagai penerima, 17 lainnya sebagai tersangka pemberi," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika Sugiarto pada 12 Juli 2024 lalu.
Sementara itu, tiga orang penyelenggara negara dan satu staf penyelenggara negara.
Baca Juga: KPK Turun Tangan! Tunggakan Pajak Hotel dan Restoran di Jember Menggunung, Capai Miliaran Rupiah
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Memburu Joki di UTBK UM: Ketika Jejak Digital di Video MPLS Bongkar Siasat Licin Pelaku
-
Tak Bisa Lagi 'Ghosting' Pajak: Begini Cara Bapenda Malang Naikkan Pendapatan
-
Tangki Siluman di Kota Malang: Saat Subsidi Rakyat Berakhir di Jeriken Mafia BBM demi Cuan Haram
-
PPPK Kota Malang Bisa Bernapas Lega! Pemkot Jamin Tak Ada PHK Massal
-
Demi Pangkas Belanja Pegawai, Pemkot Malang Pilih Puasa Rekrutmen ASN hingga 2027