Scroll untuk membaca artikel
Bernadette Sariyem
Senin, 03 Juni 2024 | 17:10 WIB
Ilustrasi bullying. [KlikKaltim.com]

Dari informasi yang dikumpulkan, diketahui bahwa MA, salah satu pelaku, sering menyaksikan kekerasan di rumahnya.

“Kembali ke keluarga, ya, bahwa anak mengalami hal semacam ini karena di rumah bapaknya sering memukul ibunya di depan anak. Sebab sering melihat orang tuanya, akhirnya stres di sekolah,” tutur Ina.

Pihak sekolah telah memanggil ibu dari pelaku untuk mencari informasi lebih jelas.

“Kami tanyai anaknya di depan orang tuanya, ternyata orang tuanya kaget. Ternyata anaknya melakukan seperti itu, jadi sangat disayangkan,” katanya.

Baca Juga: Siswa SMP Tewas Dianiaya Teman, Wali Kota Batu Murka, Perintahkan Semua Komite Sekolah Kumpul

Ina juga menyebut bahwa beberapa ABH lain yang ikut terlibat kerap bermasalah dan sering dipanggil oleh guru bimbingan konseling (BK) karena sering tidak masuk kelas dan mengganggu teman sebayanya.

Untuk langkah selanjutnya, Ina menyebut bahwa sekolah akan mengikuti proses hukum yang berjalan, namun tetap memastikan hak pelajar para siswa tetap dipenuhi.

“Kami tunggu proses hukum dan selama kegiatan ini kami mohon saran dari semuanya. Baik dinas terkait di Pemkot Batu dan penegak hukum. Karena kami mau memutuskan langsung juga salah, kalau pendidikan di tempat (lembaga pemasyarakatan anak) ada, kami juga berterima kasih,” jelasnya.

Kontributor : Elizabeth Yati

Baca Juga: Detik-detik Siswa SMP Tewas Usai Dijemput untuk Kerja Kelompok

Load More