SuaraMalang.id - Sebanyak 1.625 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Malang diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) di Sukolilo, Surabaya. Mereka berkumpul dan berangkat dari Tol Singosari pada Jumat (17/5/2024).
Pemberangkatan CJH terbagi menjadi lima kloter, yakni kloter 24, 26, 27, 28, dan 29. Kloter 24 sudah diberangkatkan pada Kamis (16/5/2024), yang merupakan gabungan dari Kota Malang dan Surabaya.
Sedangkan untuk hari ini ada dua pemberangkatan, yakni kloter 26 dan 27 yang berangkat pukul 10.00 WIB. Kloter 28 dan 29 akan berangkat pukul 17.00 WIB dari pintu Tol Singosari.
Menurut Sahid, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, pemberangkatan haji tahun ini berbeda dengan tahun 2023 lalu.
"Tahun kemarin kan serentak se-Kabupaten Malang. Tahun ini memang ada tiga kali pemberangkatan. Kemarin yang berangkat ada 161 jemaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umroh (KBIHU) Al Muslimin bergabung dengan Kota Malang dan Surabaya," katanya.
Sahid juga menjelaskan bahwa antusiasme warga terhadap ibadah haji sangat luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya CJH yang cepat melunasi biaya haji ketika dinyatakan istithaah.
"Jemaah haji sekarang baru bisa melunasi manakala sudah istithaah. Sehingga yang cadangan yang sudah melunasi itu saja masih banyak yang belum terinput atau berangkat," ujarnya.
Istithaah menjadi syarat penentu jemaah untuk dinyatakan berangkat haji. Untuk dinyatakan istithaah, jemaah dianjurkan melakukan tes kesehatan ke Dinas Kesehatan atau Puskesmas.
"Setelah itu ada keterangan istithaah baru boleh untuk melaksanakan pelunasan. Yang belum istithaah masih diberi kesempatan baik itu pendampingan obat, alat maupun pendampingan orang," jelas Sahid.
Dalam menghadapi cuaca panas di Mekkah, Kemenag telah memberikan pembinaan kepada jemaah haji, terutama mengenai kesiapan membawa alas kaki, obat-obatan pribadi, dan kebutuhan penting lainnya.
"Kita anjurkan untuk membawa sandal jepit meskipun di sana juga ada yang jual itu bentuk antisipasi, sehingga kita antisipasi sekecil apapun termasuk plastik untuk sandal," tambahnya.
Secara terpisah, Bupati Malang, Sanusi, memberikan pesan kepada para CJH agar menjaga kesehatan.
"Para jemaah harus jaga kesehatan, karena di sana panas dan ketika keluar hotel agar selalu bersama temannya karena memang daerahnya orang lain, agar tidak tersesat," katanya.
Sanusi menambahkan bahwa akomodasi pemberangkatan CJH ke Asrama Haji berupa bus dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
"Pulang pergi dari Malang-Sukolilo, dari Sukolilo-Malang dibantu Pemkab Malang. Kalau nggak salah (anggarannya) Rp440 juta," tutupnya.
Berita Terkait
-
Misteri Rem Blong? Polisi Bongkar Fortuner Maut Bromo, Hasilnya Mengejutkan
-
Makkah Route, Solusi Canggih Imigrasi untuk Jemaah Haji Indonesia, Seperti Apa?
-
Bosan Drama Sanusi vs Gunawan? PKS Punya Kejutan, Calonnya Bikin Melongo
-
Wajah Lama Mendominasi! Ada Apa di Balik Pelantikan 165 PPK Kabupaten Malang?
-
Daftar Korban Tragedi Maut Mobil Masuk Jurang di Ngadas
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Skandal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang: Versi Berbeda Intan dan Rey Soal 'Suami'
-
Warga Malang Geger Hujan Es Sebesar Kerikil, Jangan Panik! Kenali Tanda-Tandanya
-
Rey di Malang Akui Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan Sebelum Menikah, Kini Berujung Polisi
-
Tak Curiga Waktu Pacaran: Kisah Intan Perempuan Asal Malang Miliki Suami Seorang Wanita
-
Suami Intan Ternyata Perempuan: Kedok Palsu Terbongkar saat Malam Pertama