-
Klaim zakat untuk MBG terbukti tidak benar.
-
Kemenag tegaskan zakat hanya untuk delapan asnaf.
-
Unggahan Threads dinyatakan sebagai konten palsu.
SuaraMalang.id - Isu mengenai zakat untuk program MBG ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah akun menyebarkan klaim bahwa Kementerian Agama akan memaksimalkan zakat dan wakaf guna mendukung program tersebut.
Informasi soal zakat untuk Program MBG ini memicu perhatian publik karena menyangkut pengelolaan dana umat yang diatur secara ketat dalam ketentuan syariat dan regulasi negara.
Narasi tentang Zakat untuk Program MBG diunggah oleh akun Threads “trend_politik.id” pada Kamis (19/2/2026). Unggahan tersebut menampilkan foto arsip disertai keterangan berbunyi, “Kementerian Agama Maksimalkan Zakat dan Wakaf untuk DUkung Program MBG”.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Tim Cek Fakta TurnBackHoax melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Kemenag maksimalkan zakat dan wakaf untuk program MBG” ke mesin pencari Google.
Hasil pencarian teratas mengarah pada pemberitaan dari Antara News berjudul “Kemenag tegaskan zakat tidak untuk program MBG”.
Dalam berita yang tayang pada Jumat (20/2/2026) itu ditegaskan bahwa zakat hanya ditujukan kepada delapan golongan asnaf atau pihak yang berhak menerima manfaat zakat sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an, tepatnya Q.S At-Taubah ayat 60.
Delapan golongan tersebut meliputi fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil. Penegasan ini sekaligus membantah narasi yang menyebut adanya rencana pemanfaatan zakat di luar ketentuan tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi resmi, klaim bahwa Kementerian Agama akan memaksimalkan zakat dan wakaf untuk mendukung program MBG tidak sesuai dengan fakta.
Informasi mengenai Zakat untuk Program MBG tersebut dinyatakan sebagai konten palsu atau fabricated content.
Kesimpulan
Isu Zakat untuk Program MBG yang beredar di media sosial tidak berdasar dan telah diklarifikasi melalui pemberitaan resmi. Masyarakat diimbau untuk memeriksa sumber informasi sebelum membagikannya kembali agar tidak turut menyebarkan hoaks.
Berita Terkait
-
Catatan Kritis untuk Program MBG yang Sudah Berjalan 646 Hari Lebih
-
Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?
-
MBG Prasmanan Tak Otomatis Kurangi Sampah Makanan, Guru Besar UGM Ungkap Alasannya
-
Buntut Ribuan Siswa Keracunan, Komnas HAM Sebut Pelaksanaan MBG Masuk Pelanggaran HAM
-
Komnas HAM Kritik Miskonsepsi MBG, Utamakan Jumlah Penerima Ketimbang Kualitas Gizi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis
-
Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026
-
BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi