SuaraMalang.id - Mikrolet, salah satu moda transportasi umum tradisional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini menghadapi tantangan berat untuk bertahan.
Jumlah penumpang yang semakin menurun telah membuat para sopir mikrolet kesulitan mencari nafkah.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, hanya 193 unit mikrolet yang diperpanjang kartu pengawasannya pada tahun 2023, menurun dibandingkan dengan tahun 2022 yang tercatat sebanyak 224 unit.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Malang, Tri Hermantoro, menyatakan bahwa penurunan jumlah perpanjangan kartu pengawasan ini mencerminkan kesulitan yang dihadapi oleh pemilik mikrolet.
"Jadi sebetulnya jumlah angkutannya tidak menurun, tapi yang memperpanjang kartu pengawasan itu menurun setiap tahun," ujar Tri Hermantoro, dikutip hari Minggu (17/3/2024).
Sebelum pandemi COVID-19, jumlah mikrolet yang diperpanjang kartu pengawasannya bisa mencapai lebih dari 400 unit.
Menurut Tri, banyak pemilik mikrolet enggan memperpanjang kartu pengawasan karena biaya retribusi yang harus dibayar, sementara penghasilan mereka terus menurun akibat berkurangnya penumpang.
Persaingan bisnis yang semakin ketat, di mana warga lebih mudah membeli sepeda motor dengan uang muka ringan, menjadi salah satu penyebab utama penurunan jumlah penumpang mikrolet.
Salah satu sopir mikrolet yang masih bertahan, Abdul Jafar (65), mengakui bahwa jumlah penumpang kini semakin sedikit.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Pasuruan dan Sekitarnya 17 Maret 2023, Ada Resep Es Campur Istimewa Juga
"Kalau sekarang ini sepi. Kadang ya nggak dapat (penumpang)," kata Jafar.
Sebagai sopir mikrolet, penghasilan Jafar tidak menentu. Ada hari-hari ketika ia tidak mendapatkan penumpang sama sekali, sementara pada hari lain ia hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.
Perubahan gaya hidup dan preferensi transportasi warga Kabupaten Malang menjadi tantangan tambahan bagi kelangsungan operasi mikrolet.
Balqis Fakhriyah (24), warga Desa Gondanglegi Wetan, merupakan salah satu contoh warga yang beralih dari mikrolet ke kendaraan pribadi.
"Terakhir kali naik mikrolet sekitar bulan April 2021. Sekarang sudah ada kendaraan sendiri, jadi sudah tidak naik mikrolet," ujarnya.
Mikrolet masih beroperasi di beberapa trayek di wilayah utara Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Singosari, Karangploso, dan Lawang, serta beberapa trayek lainnya.
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Pasuruan dan Sekitarnya 17 Maret 2023, Ada Resep Es Campur Istimewa Juga
-
Jadwal dan Lokasi Pasar Pangan Murah Pemkot Malang Selama Ramadan 1445H
-
Polres Malang Gerebek Gudang Penjualan Beras Premium Palsu di Tumpang
-
Ramadan 1445H di Malang Terganggu Perang Sarung, Petasan dan Tawuran
-
Ramadan 1445H di Malang Terganggu Perang Sarung, Petasan dan Tawuran
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya
-
QLola by BRI, Solusi Cash Management untuk Payroll Perusahaan Skala Besar
-
BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles