SuaraMalang.id - Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengonfirmasi instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bahwa calon anggota legislatif (caleg) yang perolehan suaranya tidak linear dengan capres dan cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo - Mahfud MD, tidak akan dilantik sebagai anggota dewan terpilih Pemilu 2024.
Instruksi ini, yang dikeluarkan pada 16 Desember 2023, menekankan pentingnya kinerja caleg dalam mendukung pasangan Ganjar-Mahfud di setiap tingkatan pemungutan suara.
Instruksi DPP PDIP menuntut linearitas antara suara caleg, suara partai, dengan suara Ganjar-Mahfud di setiap TPS, hingga berjenjang ke atas di setiap RT, RW, Dusun, Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Provinsi. Hal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan peluang kemenangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.
Real count KPU RI menunjukkan bahwa di Kota Solo, Ganjar-Mahfud tidak unggul dari pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.
Data per 17 Februari 2024 pukul 16.00 WIB dari 1.396 dari 1.773 TPS di Kota Solo menunjukkan Ganjar-Mahfud memperoleh 97.572 suara atau 34,18 persen, sementara Prabowo-Gibran memperoleh 144.999 atau 50,79 persen suara.
Dengan hasil ini, PDIP di Pileg DPRD Kota Solo juga tercatat memiliki perolehan suara yang lebih rendah dibandingkan dengan Ganjar-Mahfud.
Meski instruksi tersebut jelas, FX Rudy memprediksi bahwa instruksi ini tidak akan diterapkan mengingat kekalahan yang merata di hampir semua dapil.
Dia menekankan bahwa para kader PDIP di Solo telah berupaya maksimal untuk memenangkan Ganjar-Mahfud. Namun, kenyataan politik menunjukkan hasil yang berbeda, dengan Prabowo-Gibran unggul di semua dapil versi real count Bawaslu.
FX Rudy menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan para kader PDIP yang telah berjuang keras dalam pemilu. Instruksi dari DPP PDIP ini menimbulkan dilema di antara para kader, terutama bagi mereka yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam kampanye.
Baca Juga: Real Count KPU Sabtu 17 Februari, Perolehan Suara Puan Maharani Meroket, Capai 138.666 Suara
Meski menghadapi tantangan, PDIP Solo tetap berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan memastikan bahwa kontribusi kader terhadap partai dan calon presiden diakui dan dihargai.
Instruksi DPP PDIP ini mencerminkan strategi partai dalam menghadapi dinamika politik nasional, khususnya dalam mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, PDIP tetap berfokus pada upaya kolektif untuk memenangkan pemilu dan mewujudkan visi partai bagi Indonesia.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Real Count KPU Sabtu 17 Februari, Perolehan Suara Puan Maharani Meroket, Capai 138.666 Suara
-
Bapak Ultras Ganjar, Coret Anaknya dari KK karena Dukung Prabowo
-
Ganjar-Mahfud Kalah di Solo dan Bali, Politikus PDIP Geleng-geleng
-
PDIP: Kalau Caranya Begini, Tak Usah Ada Lagi Pemilu dan Pilpres
-
Mahfud MD Jelaskan Pernyataan soal 'Pihak yang Kalah Selalu Bilang Pemilu Curang'
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
CEK FAKTA: Megawati Jadi Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Bahlil Dicopot dari Kursi Menteri ESDM dan Diganti Ignasius Jonan, Benarkah?
-
Gunung Semeru Erupsi 5 Kali, Awan Panas Meluncur hingga 3 Km ke Besuk Kobokan
-
CEK FAKTA: Prabowo Copot 103 Kader PDIP dari DPR Buntut Tolak RUU Perampasan Aset, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Purbaya Sebut Koruptor Tetap Kaya Meski Dipenjara, Benarkah?