SuaraMalang.id - Kota Malang akan mengalami transformasi besar dalam hal infrastruktur drainasenya dengan rencana revitalisasi saluran drainase peninggalan Belanda pada tahun 2025.
Program ini telah dirancang oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, termasuk rencana pembuatan sudetan dari Jalan Sumbersari hingga Jalan Bandung.
Yocky Agus Firmanda, Analis Sumber Daya Air Seksi Drainase DPUPRPKP Kota Malang, mengungkapkan informasi ini saat menjadi narasumber di program Idjen Talk yang disiarkan oleh Radio City Guide 911 FM.
Yocky menambahkan, rencana ini sudah termasuk dalam masterplan drainase yang disusun pada tahun 2022, mencakup 35 Daerah Aliran Drainase (DAD) dengan 315 indikasi program di dalamnya, termasuk identifikasi saluran lama.
Salah satu masalah yang dihadapi adalah kerapnya kejadian amblesan jalan di Jalan Bandung, yang terjadi dua kali pada tahun 2013 dan sekali lagi pada tahun 2021.
Sambil menanti revitalisasi di tahun 2025, DPUPRPKP Kota Malang telah melakukan normalisasi di beberapa saluran drainase, termasuk di Jalan Kediri. Hingga tahun 2023, telah ada 22 kegiatan normalisasi yang dilakukan.
Selain itu, telah dilakukan pula pengawasan di saluran air peninggalan Belanda di Jalan Bandung.
Namun, kondisi dalam saluran yang terbatas dan gelap menyulitkan deteksi keretakan yang bisa menyebabkan aspal ambles.
Di sisi lain, Prof Muhammad Bisri, Guru Besar Teknik Pengairan UB, menekankan pentingnya inventarisasi saluran air oleh Pemerintah Kota Malang.
Baca Juga: Jalan Bandung Malang Ambles Sisakan Lubang Menganga Sedalam 5 Meter, Ternyata Ini Penyebabnya
Menurutnya, perlu dibedakan mana yang merupakan irigasi dan mana yang drainase, seperti contoh di Jalan Soekarno Hatta di sekitar Rumah Makan Ringin Asri. Prof Bisri juga mengingatkan bahwa sejak zaman Belanda, saluran air telah disiapkan untuk mencegah banjir, seperti di daerah Museum Brawijaya dan Pulosari.
Inventarisasi saluran air ini akan membutuhkan waktu lama dan dana yang tidak sedikit, sehingga Pemerintah Kota Malang perlu mengalokasikan waktu dan sumber daya yang memadai untuk proyek ini.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Jalan Bandung Malang Ambles Sisakan Lubang Menganga Sedalam 5 Meter, Ternyata Ini Penyebabnya
-
Bikin Gerah! Warga Malang Keluhkan Kelakuan Oknum Jukir, Dishub Buka Suara
-
Banjir di Kota Malang Ulah Manusia, Drainase Tersumbar Kasur hingga Lemari
-
Pemkot Malang Siapkan Skema Perawatan untuk Bocah 7 Tahun yang Disiksa Keluarganya
-
Pemilik Mobil Ini Gigit Jari Kendaraannya Digembok, Masih Berani Parkir Liar di RS Saiful Anwar?
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri
-
Misteri Jasad Wanita Tanpa Identitas di Dalam Sumur Gegerkan Warga Bululawang