SuaraMalang.id - Kota Malang menjadi salah satu medan pertempuran jelang kemerdekaan. Salah satu peristiwa paling dikenal yakni Malang bumi hangus.
Semua fasilitas dan bangunan yang bisa digunakan lagi oleh tentara Belanda dibakar.
Djoemain, salah satu veteran perang kemerdekaan mengisahkan perjalanannya ikut berjuang. Dia yang saat itu masih berusia 18 tahun juga sempat bergabung dengan barisan Hamid Roesdi, pahlawan nasional dari Kota Malang yang tewas ditembak Belanda pada 1949.
Djoemain turut bersama Hamid Roesdi dalam membumihanguskan bangunan Belanda pada 1947. "Saya memperjuangkan Kota Malang bersama Hamid Roesdi. Kami keliling Malang untuk dibumihanguskan bangunan Belanda," ujarnya dikutip dari Ketik.co.id--jaringan Suara.com, Jumat (10/11/2023).
Perjuangan Djoemain tak berhenti di situ, dia menjadi saksi tragedi Jalan Salak. Saat pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) bertempur menghadapi Belanda.
"Saya juga melihat tragedi di Jalan Salak, 35 orang meninggal dan dikubur menjadi satu. Semua rakyat akhirnya pindah ke Malang Selatan," katanya.
Kisah-kisah Djoemain dan para pahlawan lainnya tentu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi generasi muda. Djoemain berpesan kepada anak muda di Kota Malang berperilaku baik dan memegang teguh kejujuran.
Dia mengingatkan bahwa perjuangan bangsa belum selesai. "Pesan mudah-mudahan anak muda sekarang harus yang baik, ujur melalui jalan pemerintahan ini. Karena belum selesai perjuangan kita," kata Djoemain.
Veteran lainnya, Moedji berharap generasi muda melanjutkan perjuangan. Para pahlawan telah menyerahkan kemerdekaan bangsa kepada para pemuda.
Baca Juga: Belasan Rumah di Malang Porak-poranda Diterjang Angin Kencang, Warga Butuh Bantuan
"Kami menyerahkan kemerdekaan pada generasi penerus bangsa supaya berhati-hati dan waspada. Kita berjuan untuk bangsa dan negara, tapi yang dikhawatirkan jika orang asing yang menguasai Indonesia. Jangan sampai kita dikuasai bangsa lain," ujarnya.
Moedji mengingatkan perjuangan anak muda berjuang selaras dengan yang dianjurkan pemerintah. Namun, tetap sesuai aturan.
"Keinginan pejuang itu supaya benar-benar melakukan sesuai dengan aturan pemerintah. Kalau aturan pemerintah tidak benar ya jangan dilakukan, nanti rusak," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis
-
Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026
-
BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi