SuaraMalang.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggratiskan pelayanan kesehatan kelas III di tiga rumah sakit daerah. Layanan gratis juga berlaku di sejumlah 51 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Layanan gratis di tiga rumah sakit itu, yakni Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soebandi, Rumah Sakit Kalisat, dan Rumah Sakit Balung.
“Hari ini Pemkab Jember berkat kerja sama dengan para pemangku kepentingan meresmikan J-Pasti Keren. Ini program lewat Dinas Kesehatan, yang memberikan pelayanan perawatan kesehatan gratis untuk masyarakat Jember,” kata Bupati Jember, Hendy Siswanto, mengutip Beritajatim.com, Rabu (1/6/2022).
“Jadi mulai sekarang kalau Anda ingin memeriksakan atau kebetulan diberi ujian sakit oleh Allah SWT, Anda bisa ke puskesmas atau ke tiga rumah sakit. Tidak usah bayar. Gratis untuk pelayanan kelas III mulai tahun ini,” kata Hendy.
Menurut Hendy, Pemkab Jember memberikan hak kepada masyarakat. “Rumah sakit itu milik Anda semua. Rumah Sakit dr. Soebandi, Kalisat, Balung, adalah rumah sakit orang Jember. Lima puluh satu puskesmas adalah puskemas orang Jember. Juragannya adalah Anda. Artinya apa? Kalau Anda sakit, sudah sepantasnya tidak perlu membayar,” katanya.
Hendy mengingatkan, makhluk hidup akan sakit dan meninggal dunia. “Tinggal gantian. Sekarang alhamdulillah sehat. Besok bisa saja sakit. Habis sakit, game over. Meninggal. Artinya, kalau rumah sakit daerah milik rakyat, Pemkab Jember hadir untuk memberikan hak kepada Anda,” katanya.
Dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember 2021-2026, disebutkan akses masyarakat pada sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember masih perlu ditingkatkan. Maraknya keluhan tentang kemampuan masyarakat membayar biaya pelayanan kesehatan terungkap dalam hasil jajak aspirasi.
Persoalan demikian menyebabkan rendahnya tingkat aksesibilitas masyarakat pada sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas terutama bagi kelompok penduduk miskin. Pada lapis masyarakat miskin didapati pula masih tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular.
Rasio unit pelayanan pada 2020 mengalami dibandingkan pada 2016. Tercatat rasio puskesmas pembantu (pustu) per satuan penduduk (6,11) dan rasio rumah sakit per satu penduduk (0,51). Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin (penerima program bantuan iuran) pada 2020 sebesar 44.90 persen atau lebih rendah daripada 2017 yang mencapai 45.51 persen.
Baca Juga: Kasus Kerajinan Berbahan Satwa Lindung di Jember, Satu Orang Ditangkap, Kini Polisi Buru Pemasoknya
RPJMD menyebutkan strategi penguatan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki arah kebijakan peningkatan sistem pelayanan rujukan, pemenuhan kualitas standar pelayanan kesehatan di rumah sakit, dan peningkatan layanan kegawatdaruratan, peningkatan kualitas sumber daya kesehatan, dan pengembangan layanan home care.
Berita Terkait
-
Maling Bercadar Teror Warga Desa Lembengan Jember
-
Rekam, Peras dan Sebar Video Call Sex Perempuan Paruh Baya, Pemuda di Jember Ditangkap Polisi
-
Hotel di Gumukmas Jember Ini Jadi Sarang Prostitusi Terselubung, Model Bisnisnya Berjejaring
-
Kurang dari 24 Jam Pembacok Pria Jember Dibekuk di Dalam Hutan, Korban Kritis Sempat Dikabarkan Tewas
-
Jalan Sempoyongan, Narto Ambruk Lehernya Luka Bacok di Jalanan Warga Jember, Pelaku 2 Pria Mabuk
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi