SuaraMalang.id - Malang nian nasib Mahlawi (50) warga Desa Mojosari Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo Jawa Timur ( Jatim ). Ia tak kunjung pulang ternyata ditemukan tewas tenggelam di parit.
Mahlawi awalnya pamit mau mencari rumput untuk pakan ternaknya di rumah, Siang (07/02/2022) sekitar pukul 15.00 WIB. Namun tak lama berselang, Ia dikabarkan tewas di dalam parit aliran air persawahan.
Hal ini disampaikan Ningsih (42) istrinya. Mayat suaminya itu ditemukan oleh sekelompok warga yang hendak berangkat takziah.
"Setelah berangkat, baru sekitar 25 menit, saya menerima kabar dari warga kalau suami saya ditemukan meninggal di saluran irigasi pinggir sawah yang tak jauh dari rumah," katanya, seperti dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com, Senin malam.
Untuk kronologis penemuannya sendiri, bermula saat Bu Mida (55) bersama dua orang lainnya yang juga warga setempat, hendak berangkat taksiah melewati area persawahan.
Sesampai di lokasi, Ia melihat pantat orang dengan posisi kepala tenggelam di dalam air saluran irigasi.
"Saya mau nyelawat ke dusun sebelah, saat lewat di sini saya kelihatan pantat orang dan kepalanya gak kelihatan, tenggelam. Penemuan ini, kemudian saya beritahukan orang yang sedang lewat untuk melaporkan ke kepala desa," tutur Mida.
Kapolsek Asembagus, Iptu Gede Sukarmadiyasa membenarkan telah menerima laporan dari Kades Mojosari, tentang ditemukan mayat pria di saluran irigasi tersebut.
"Setelah menerima laporan, kami bersama anggota Polsek, anggota Koramil, petugas medis Puskesmas dan kades setempat langsung kelokasi kejadian,"kata Sukarmadiyasa.
Baca Juga: Hasil Tes Antigen Dua Personel Polres Situbondo Reaktif COVID-19
Korban, lanjut Iptu Gede, ditemukan meninggal dunia oleh warga yang sedang melewati area persawahan yang tak jauh dari rumah korban.
"Mendengar penemuan mayat tersebut, warga setempat langsung berdatangan dan mengevakuasi jasad korban kerumahnya yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian," ujarnya.
Hasil pemeriksaan awal, Sambung Gede, petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Namun demikian, untuk penyebab pasti kematian korban, selain meminta keterangan dari sejumlah saksi, pihaknya juga meminta keterangan dari pihak keluarga.
"Diduga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Keluarga menolak untuk membawa jasad korban kerumah sakit. Jenazah sudah dimakamkan tadi sore oleh pihak keluarganya," katanya menegaskan.
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Tes Antigen Dua Personel Polres Situbondo Reaktif COVID-19
-
Penularan Virus Corona di Kabupaten Situbondo Melonjak 28 Kasus dalam 10 Hari
-
Lelaki Telanjang Ditemukan Tewas Tergeletak di Lahan Kosong Gempol Pasuruan, Mulutnya Keluar Darah
-
Kecelakaan Maut Truk Tronton di Situbondo, Polisi Menduga Sopir Mengantuk
-
Detik-detik Kecelakaan Truk di Situbondo, Tabrak Pemotor dan Mobil
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Waspada Perang Sarung di Kota Malang Saat Ramadan, Ini Daerah Paling Rawan versi Polisi
-
Jadwal Buka Puasa Malang Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap dengan Menu Berbuka Terbaik
-
6 Fakta Kasus Penipuan Jual Beli Popok di Lawang Malang Viral, Puluhan Korban Rugi hingga Rp 5 M
-
Jadwal Buka Puasa Malang Hari Ini, Jumat 20 Februari 2026
-
Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali, Status Siaga!