-
Gunung Semeru erupsi tujuh kali sejak dini hari.
-
Kolom abu mencapai satu kilometer di atas puncak.
-
Status Semeru Level III Siaga, warga dilarang mendekat.
SuaraMalang.id - Erupsi Gunung Semeru kembali terjadi pada Jumat (20/2/2026) dengan tujuh kali letusan yang tercatat sejak dini hari.
Erupsi Gunung Semeru memuntahkan kolom abu setinggi 500 meter hingga 1 kilometer di atas puncak, berdasarkan laporan resmi petugas pengamatan.
Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut kembali menunjukkan peningkatan aktivitas.
Dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, merinci kronologi Gunung Semeru erupsi sejak pukul 00.14 WIB.
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata Liswanto.
Erupsi kedua terjadi pada pukul 00.24 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.
Selanjutnya, erupsi ketiga dan keempat terjadi berturut-turut pada pukul 05.18 WIB dan 05.23 WIB. Visual letusan tidak teramati, namun saat laporan disusun, aktivitas masih berlangsung.
Letusan kembali terjadi pada pukul 05.56 WIB dengan tinggi kolom sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.
"Kemudian pukul 05.48 WIB, Gunung Semeru erupsi kembali dengan tinggi letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur," tuturnya.
Pada pukul 07.15 WIB, Gunung Semeru erupsi lagi dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Letusan itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.
Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Dengan kondisi Level III (Siaga), Gunung Semeru erupsi masih berpotensi terjadi sehingga masyarakat diimbau mematuhi rekomendasi resmi. (Antara)
Berita Terkait
-
Sempat Dicopot Usai Tragedi Kanjuruhan, Eks Kapolres Malang Ferli Hidayat Jabat Koorspripim Polri
-
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius 13 Kilometer
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
BRI Group Raih Pengakuan Internasional, Hery Gunardi Sabet Gelar Best CEO
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI