SuaraMalang.id - Data mencengangkan soal sampah diungkap Pemerintah Kabupaten Jember Jawa Timur. Ternyata, Jember memproduksi 800 ton sampah per hari.
Dari jumlah itu, sebanyak 180 ton sampah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lalu bagaimana dengan sisanya sebanyak 620 ton?
Seperti disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Eko Heru Sunarso, sampah yang masuk ke TPA Pakusari sebanyak 180 ton per hari.
Kebanyakan sampah yang tidak tertampung di TPA merupakan sampah yang tidak tertangani. Meskipun begitu Eko tidak menjelaskan bagaimana nasib 620 sampah yang tidak tertangani itu.
Meskipun begitu, Ia mengintruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengoptimalkan fungsi transfer Depo, TPS dan TPA.
"Ada 8 TPA akan dioptimalkan ke depannya agar masalah sampah ini bisa tertangani dan bersama komunitas bank sampah kita ada pembagian tugasnya nanti,” ungkap Heru dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Minggu (06/06/2021).
Dia juga mengupayakan TPA Pakusari ke depannya menjadi percontohan sekaligus wisata edukasi pengolahan sampah. Heru juga menyampaikan saat ini Pemkab Jember sedang menggarap Perda yang mengatur sampah.
"Selama ini Jember belum mempunyai Perda Pengelolaan Sampah, kami sedang menyusun perda tersebut, jadi kami ada kekuatan untuk bergerak dan memberi sanksi terkait kedisiplinan masyarakat dalam pengelolaan sampah," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Jember mengkampanyekan gerakan Pulihkan Bumi Kita dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (5/6/2021).
Baca Juga: Jadi Pelampiasan Berahi Ayah Angkat Tiri Sejak Desember 2020, ABG di Jember Lapor Polisi
Kampanye tersebut digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari, Jember. Untuk diketahui, gerakan Pulihkan Bumi Kita merupakan gerakan serentak menghijaukan bumi Kabupaten Jember dan membersihkan lingkungan dari sampah.
"Lokasi ini kami jadikan titik awal dari pembenahan pengelolaan sampah di Kabupaten Jember, banyak rencana yang akan dikembangkan oleh DLH ke depannya," ujarnya.
"Sehingga tahun depan ini akan berubah lebih baik," kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Jember Mirfano yang hadir dalam kegiatan yang juga dihadiri 35 komunitas pegiat lingkungan hidup tersebut.
Berita Terkait
-
Jadi Pelampiasan Berahi Ayah Angkat Tiri Sejak Desember 2020, ABG di Jember Lapor Polisi
-
Potensi Tsunami 29 Meter, Bupati Jember Instruksikan BPBD dan Kades Mitigasi Bencana
-
Diterpa Dualisme, Bupati Minta Yayasan Persid Jember Bubar
-
Silpa Kabupaten Jember Capai Rp 800 Miliar Lebih, Begini Reaksi DPRD
-
Ini Produksi Sampah Setiap Warga Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar Setiap Hari
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis
-
Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026
-
BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi