SuaraMalang.id - Perbuatan biadab dilakukan seorang ayah tiri yang tega membuat anaknya yang masih ABG berusia 17 tahun menjadi pelampiasan berahinya sejak Desember 2020.
Aksi biadab S Warga Kecamatan Silo terhadap ABH, Warga Kecamatan Mayang terbongkar usai sang paman menemukan pil dan ragi tape yang dibawa korban di dalam tasnya.
Saat ditanya, korban mengaku menjadi korban asusila yang dilakukan terduga pelaku. Terkait kepemilikan pil dan ragi tape yang dimiliki korban, dari pengakuan korban digunakan untuk melancarkan haid.
Menurut pendamping korban yang juga kepala desa tempat korban tinggal, Sunardi tindakan asusila yang dilakukan ayah angkat tiri korban itu, dilakukan di rumahnya sendiri. ABH sendiri diketahui anak korban perceraian yang sejak umur 2 tahun diangkat anak oleh tetangganya.
"Kemudian ikut dengan ibu angkatnya sejak kecil. Kalau tidak salah sejak umur 2 tahun. Kemudian ibu angkat korban ini menikah dengan pelaku itu. Setahu saya tidak ada masalah. Kemudian terungkap kasus asusila ini," kata Sunardi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (5/6/2021).
Korban pun akhirnya didampingi Sunardi melaporkan kasus tindakan asusila tersebut ke Mapolres Jember. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pamannya, diketahui jika ABH menjadi korban asusila ayah angkatnya.
"Yang terjadi sejak Desember 2020 itu," kata Sunardi menirukan ucapan korban.
Awalnya korban enggan melapor kepada keluarga ataupun polisi.
"Karena selalu diancam kalau sampai lapor akan diusir dari rumah oleh pelaku. Sebenarnya korban pernah cerita apa yang dilakukan oleh ayah angkat tirinya pada lebaran kemarin ke ibu angkatnya. Cuma ibu angkat korban bingung, dan minta kepada korban untuk tidak cerita," sambungnya.
Baca Juga: Gadis 14 Tahun Jadi Korban Pemerkosaan Lima Pria, Bunuh Diri Keesokan Harinya
Namun, paman korban mengetahui isi tas ada pil dan ragi tape. Yang kemudian, korban ditanyai oleh pamannya itu. Menurut Sunardi, dari pengakuan korban, Pil dan ragi tape yang dibawa korban adalah permintaan dari pelaku.
"Agar korban rutin minum pil yang dibelikan dan minum ramuan ragi yang dicampur dengan laos parutan, alasannya untuk melancarkan haid. Korban sendiri oleh pelaku sempat disembunyikan dirumahnya di Harjomulyo, saya juga belum tau alasan pelaku membawa korban ke rumahnya di Harjomulyo," katanya.
Bahkan, setiap saudaranya tanya ke pelaku tentang keberadaan korban, selalu dijawab oleh pelaku sedang bekerja.
"Dijawab jika korban bekerja memetik lombok (cabai) di rumahnya," ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan, Perempuan, dan Anak (PPA) Satreskrim Mapolres Jember.
Pun Kanit PPA Mapolres Jember Ipda Vitasari juga masih belum bisa dikonfirmasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara
-
Nasib Tragis Mantan Kepala SMPN 18 Malang: Dicopot Jabatan Kini Kasusnya Naik Penyidikan
-
Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD