SuaraMalang.id - Viral penampakan macan tutul Jawa berwarna hitam atau biasa kenal dengan black panther di wilayah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Keberadaan macan tutul Jawa itu diketahui setelah tertangkap kamera trap. Video mengenai hewan jenis kucing besar ini beredar di media sosial.
Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan TNBTS Hendra Wisantara mengatakan, hewan dengan nama latin panthera pardus melas itu tertangkap kamera trap yang dipasang petugas.
"Kami hanya dapat potongan (gambar macan tutul Jawa) saja sebagai informasi," kata Hendra.
Baca Juga:Ranu Kumbolo Belum Bisa Dikunjungi! Pendakian Semeru Tutup Hingga Februari 2025
Kamera trap dipasang untuk mencari jejak macan tutul Jawa. Petugas TNBTS memang sedang melakukan upaya pencarian terhadap hewan ini sejak 2024.
Hendra menjelaskan, dua macan tutul Jawa memiliki corak warna hitam di sekujur tubuhnya. Karena itu, sering juga disebut sebagai black panther.
Dua macan yang terekam kamera diduga indukan dan anak. Proses pendataan lebih lengkap sedang dilakukan.
"Yang terakhir kami unggah di Instagram TNBTS itu adalah hasil rekaman camera trap. Untuk laporan utuh, dan video lengkap masih dipegang tim," ujar dia.
Pihak TNBTS masih merahasikan detail temuan tersebut, termasuk lokasi terekamnya macan tutul Jawa. Data masih disimpan rapat-rapat untuk mencegah munculnya aksi perburuan liar.
Baca Juga:Gunung Semeru Erupsi 9 Kali Hari Ini, Letusan Capai Seribu Meter
Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan sejak Juni 2024, diperkirakan populasi macan tutul Jawa di kawasan TNBTS sekitar 24 ekor.
"Mengenai lokasi dan waktunya memang tidak bisa diberikan secara presisi, karena kami khawatir keberadaan macan tutul ini akan terancam oleh pemburu," kata Hendra. [Antara]