Kekurangan Dokter di Jember: Upaya Mencapai Rasio Ideal Menurut Standar WHO

"Fasilitas kesehatan di Jember terus berkembang dan dengan demikian, kebutuhan akan tenaga medis juga meningkat," ujar dr. Shodikin.

Bernadette Sariyem
Selasa, 13 Agustus 2024 | 21:51 WIB
Kekurangan Dokter di Jember: Upaya Mencapai Rasio Ideal Menurut Standar WHO
Ilustrasi dokter. (Pixabay/parentingupstream)

SuaraMalang.id - Kabupaten Jember masih menghadapi tantangan dalam memenuhi standar ideal jumlah dokter per seribu penduduk sesuai dengan ketentuan World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI.

Saat ini, Jember memiliki 749 dokter untuk melayani lebih dari 2,5 juta penduduknya, jauh dari rasio yang diharapkan.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember mencatat bahwa dari total dokter tersebut, 533 adalah dokter umum, 99 di antaranya bekerja di Puskesmas, dan 216 lainnya adalah dokter spesialis.

Sementara itu, jumlah dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember berjumlah sekitar 650 orang.

Baca Juga:Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Malang, Getaran Dirasakan Hingga Jember

Ketua IDI Cabang Jember, dr. Muhammad Ali Shodikin, menekankan bahwa untuk mencapai rasio ideal yang ditetapkan oleh WHO, dibutuhkan penambahan jumlah dokter secara signifikan.

"Fasilitas kesehatan di Jember terus berkembang dan dengan demikian, kebutuhan akan tenaga medis juga meningkat," ujar dr. Shodikin.

Menanggapi isu kekurangan dokter, Kepala Dinkes Jember, dr. Hendro Soelistijono, mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan jumlah dokter di setiap Puskesmas.

“Kami menargetkan untuk menambah jumlah dokter di puskesmas menjadi tiga hingga lima dokter untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tutur dr. Hendro.

Dr. Hendro juga menyoroti kebijakan BPJS yang menetapkan minimal satu dokter untuk setiap lima ribu peserta, yang sudah dipenuhi oleh beberapa Puskesmas di Jember.

Baca Juga:Tragis! Kebakaran Hanguskan Gudang Tembakau di Jember, 3 Sapi Alami Luka Bakar Parah

“Ini merupakan langkah awal kami dalam memperbaiki rasio dokter di kabupaten ini,” tambahnya.

Selain itu, terdapat wacana tentang kemungkinan masuknya dokter asing ke Indonesia. Dr. Shodikin menegaskan bahwa meskipun pertukaran pengetahuan medis dengan dokter asing sering terjadi, regulasi yang tepat harus diterapkan untuk memastikan bahwa kehadiran dokter asing tidak merugikan masyarakat lokal.

Dengan berbagai upaya dan kebijakan yang sedang dilaksanakan, Jember berharap dapat segera mencapai standar WHO untuk rasio dokter dan penduduk, sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warganya.

Kontributor : Elizabeth Yati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini