Penyebab Kematian Pelajar Gondanglegi Malang Perlahan Mulai Terkuak

Misteri kematian pelajar asal Gondanglegi, Kabupaten Malang bernama Syahroni (19) mulai terungkap.

Baehaqi Almutoif
Senin, 08 Juli 2024 | 08:50 WIB
Penyebab Kematian Pelajar Gondanglegi Malang Perlahan Mulai Terkuak
Ilustrasi Mayat. (unsplash/john hendrick)

SuaraMalang.id - Misteri kematian pelajar asal Gondanglegi, Kabupaten Malang bernama Syahroni (19) mulai terungkap.

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Gandha Syah mengatakan, hasil pemeriksaan sementara diketahui penyebab kematian korban karena gejala asfiksia. Namun dia menunggu hasil autopsi yang akan menjawab sebenarnya almarhum meninggal dunia.

“Sementara info dari dokter yang menangani autopsi mengarah ke asfiksia,” katanya dilansir dari BeritaJatim--partner Suara.com, Minggu (7/7/2024).

Asfiksia merupakan masalah sistem pernapasan yang diakibatkan oleh rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh. Asfiksia umumnya terjadi karena adanya gangguan pada sistem pernapasan.

Baca Juga:Heboh Sungai Warna Merah di Dusun Kidal Malang, Berhubungan Malam 1 Suro?

Kematian mendiang Syahroni mengundang teka-teki. Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (5/7/2024).

Sang ibu yang pertama kali mengetahui putranya tersebut tewas saat akan membangunkannya. Di wajah Syahroni ditemukan sejumlah luka yakni bagian bibir sebelah kanan dan pelipis mata.

Polisi memeriksa sembilan orang saksi termasuk kekasih almarhum. “Kami sudah memeriksa sembilan orang. Dan hasil resminya belum keluar,” kata Gandha.

Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia pada hari Jumat (5/7/2024) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelum meninggal, sekitar pukul 03.00 pagi, Syahroni diantarkan pulang oleh seseorang yang tidak dikenalnya.

Saat sang anak sulung ini dibangunkan, Syahroni sudah dalam keadaan kaku. Sang ibu lalu berteriak meminta bantuan warga. Dari situ kemudian diketahui bahwa korban sudah tak bernyawa.

Baca Juga:Viral Wanita Beridiri di Pinggir Jembatan Suhat Malang, Diduga akan Bunuh Diri

Berdasarkan pemeriksaan kepolisian, Syahroni sudah dua hari tidak pulang. Menurut keluarganya, Syahroni ini sangat menyayangi kekasihnya. Beredar kabar malam itu korban diantar pulang kekasihnya.

“Pada saat diantar pulang sempat mampir di depan Puskesmas Turen, tapi korban menolak turun dan minta diantar ke rumah saja,” ucapnya.

Tiba di rumah, korban tidur di ruang tamu. Dan sekitar pukul 06.00 pagi, sang adik yang masih kelas 3 sekolah dasar (SD) memegang tubuh Syahroni. Dan ternyata tubuhnya dingin. Dari situ sang adik menyelimutinya.

“Singkat cerita, sekitar pukul 12.00 Syahroni ini tidak bangun-bangun akhirnya dibalikkan dan tubuhnya sudah kaku dalam keadaan meninggal dunia,” kata Gandha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak