Aksi Oklin ini juga telah memantik reaksi dari beberapa publik figur di Indonesia, meskipun belum ada pernyataan resmi dari Oklin sendiri terkait konten-kontennya yang kontroversial.
Konten Oklin menambah daftar panjang masalah etika dan kontroversi di media sosial, dan menjadi peringatan keras tentang apa yang dianggap pantas dalam menciptakan dan berbagi konten online.
Beberapa orang mungkin menilai kontennya sebagai bentuk ekspresi artistik atau humor, sementara yang lain jelas-jelas terganggu oleh kontennya.
Situasi ini menggarisbawahi betapa pentingnya pertimbangan etis dalam pembuatan konten, terutama di platform publik di mana berbagai kelompok usia dan latar belakang dapat mengaksesnya.
Kontributor : Elizabeth Yati