Kota Malang Dapat Julukan Kota Wisata Banjir, Wali Kota Sutiaji: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Wali Kota Sutiaji mengatakan, permasalahan banjir di Kota Malang ditargetkan tuntas pada 2028.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 12 Mei 2023 | 11:25 WIB
Kota Malang Dapat Julukan Kota Wisata Banjir, Wali Kota Sutiaji: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan
Suasana banjir yang sempat terjadi di kawasan Kedawung Kota Malang. [Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia]

SuaraMalang.id - Wali Kota Malang Sutiaji akhirnya angkat bicara usai viral wilayahnya dijuluki Kota Wisata Banjir. Masalah tersebut dinilainya memang butuh waktu untuk dituntaskan.

Sutiaji mengatakan, permasalahan banjir di Kota Malang ditargetkan tuntas pada 2028. Target penuntasan tersebut berdasarkan masterplan atau dokumen rencana tata ruang yang telah disusun. Anggarannya sekitar Rp1,8 triliun.

"Karena banjir ini tidak mudah, kita dulu di titik nolnya ada 36 titik diselesaikan 20, muncul lagi 10, karena belum ada pengentasan secara sistemik. Terus sudah disusun dokumen, dan sekarang sudah disusun tahun 2023. Dan kemarin sudah dimulai berbasis masterplan," katanya.

Ia menambahkan, progres masterplan tersebut telah dijalankan dan diharapkan akan terus berlanjut hingga tahun 2028.

Baca Juga:Riuh Netizen Sebut Kota Malang Punya Wisata Air yang Muncul Saat Hujan, Begini Faktanya

Ia juga telah meminta DPUPRPKP Kota Malang untuk serius menangani persoalan tersebut.

Namun ia menekankan, peran masyarakat juga jadi sorotan dalam mengatasi banjir. Ia mencontohkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

"Jadi faktornya adalah sedimen, buang sampah sembarang, dan ada penyempitan sungai,” terangnya.

Masih kata Sutiaji, persoalan banjir seperti di wilayah Sawojajar akan tuntas pada 2023, termasuk banjir di Ciliwung.

Dinas terkait terus melakukan upaya melakukan pengurasan atau penyedotan air dari kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Baca Juga:Kondisi Terkini Banjir Malang Selatan, Seekor Sapi Dievakuasi Menerjang Banjir

"Makanya wilayah Sawojajar kemungkinan bisa tahun ini, Ciliwung juga itu akan selesai ketika di Soekarno-Hatta itu di-sudet, itu air limpahan dari atas sana. Mestinya bisa masuk ke Sungai Brantas, sementara ini kan ndak, itu buangnya ke Lowokwaru jadi mestinya Soehat kena sampai ke Lowokwaru, Tulusrejo," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini